Selasa, 6 Maret 2018 – Renungan malam

50 Kali dibaca, Diterbitkan: 6 March 2018        


 

Minggu IV Pra Paskah

Selasa, 6 Maret 2018
Renungan malam

PERBUATAN BESAR TUHAN

Keluaran 14:26-31
“Ketika dilihat oleh orang Israel betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN… mereka percaya kepada TUHAN….” (ayat 31)

Sekali lagi TUHAN menggunakan Musa dan tongkatnya untuk mengalihkan air laut ke tempatnya semula, supaya meliputi tentara Mesir (ay. 26-28). Sebelumnya Musa disuruh-Nya membelah air laut, supaya orang Israel dapat berjalan di tanah yang kering di tengah laut (ay. 16, 21-22). Mungkin tindakan ini dianggap lebih masuk akal dan lebih mudah, seperti tembok bendungan yang dibangun untuk menahan air dan kemudian dibongkar, sehingga air dapat kembali ke tempatnya semula. Tetapi di sini Musa tidak membongkar apa yang dibangun sebagai bendungan.

Seluruh kejadian disaksikan oleh orang Israel, sedang tentara Mesir mengalami dampak dahsyat aliran air laut yang menenggelamkan mereka. Tidak ada yang luput dari tentara bangsa adidaya itu (ay.28). TUHAN melumpuhkan dan menghabisi kekuatan mereka hanya dengan kekuatan alam. Ketika kejadian yang biasa itu disaksikan orang Israel, mereka takut kepada TUHAN, lalu percaya (ay.31). Ingat sikap Tomas ketika Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya (Yoh. 20:24 dst.). Inikah ciri khas kepribadian seseorang atau sikap persekutuan orang beriman yang bernama Gereja? Apakah kita hanya ingin melihat kenyataan, baru mau percaya? Abraham sebagai teladan orang percayapun (Ibrani 11:11-12) bisa bersikap tidak percaya ketika TUHAN memberitahukannya bahwa ia akan memperoleh anak laki-laki dari Sara, isterinya, padahal dia dan isterinya sudah berusia lanjut (Kej. 17:15-17). Abraham dan juga isterinya bahkan tertawa ketika menerima pemberitahuan itu. Tetapi TUHAN rela menunjukkan kebesaran-Nya, supaya orang menjadi percaya karena peristiwa yang terjadi itu tidak dapat disangkal atau ditolak sebagai fakta. Itu bukan pekerjaan, atau isapan jempol atau filsafat sebagai hasil olahan otak. Sama seperti kebangkitan Yesus. Ia menampakkan Diri dan berhadapan langsung dengan murid-murid-Nya dan orang lain, di tengah ketakutan dan ketidakpercayaan murid-murid. Siapa percaya, kata Yesus akan memperoleh hidup kekal (Yoh. 3:16), dan yang tidak percaya akan mengalami hukuman (Yoh. 3:18).


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *