SELASA, 9 OKTOBER 2018 – Renungan Malam

14 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 October 2018        


 

GB.350 : 1,2 – Berdoa

PERJUMPAAN DI TENGAH KELAPARAN

Kejadian 42 : 1 -17
Dalam hal ini juga kamu harus diuji; demi hidup Firaun, kamu tidak akan pergi dari sini, jika saudaramu yang bungsu itu tidak datang kemari. (ay.15)

Kelaparan atau kesusahan yang kita alami, tidak selamanya membawa bencana dan kehancuran bagi kehidupan kita. Tidak selamanya juga kelaparan dan kesusahan mencerai-beraikan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan kita. Sebaliknya, bisa memberi makna baru dan memperkaya hidup serta memperkuat dan membaharui ikatan persaudaraan kekeluargaan yang telah lama tercerai-berai akibat iri dan benci. Tuhan merenda segala sesuatu dan membuatnya indah untuk kita alami dalam hidup. Tuhan juga bisa mengijinkan kelaparan dan kesusahan terjadi dalam hidup kita untuk membuat kita mengalami sesuatu hal besar dan indah yang tidak pernah kita pikirkan.

Kelaparan yang hebat membuat Yakub memerintahkan anak-anaknya untuk pergi membeli gandum di Mesir. Tuhan telah mengangkat Yusuf, anak Yakub yang telah lama tercerai dan dianggap mati oleh ayah dan saudara-saudaranya, menjadi penguasa di Mesir. Kelaparan dan kesusahan membuat mereka bertemu di Mesir. Suatu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh sepuluh saudara Yusuf. Mereka yang tadinya berbuat jahat dan menyingkirkan Yusuf dari lingkungan keluarga, sekarang berhadapan dengan Yusuf sebagai penguasa Mesir. Yusuf mengenal saudara-saudaranya, tetapi mereka tidak mengenal Yusuf. Tuduhan sebagai pengintai bertujuan agar saudara-saudaranya memberi informasi tentang keadaan Yakub, ayahnya dan Benyamin, adik bungsunya. Dan pemenjaraan mereka adalah ujian agar Yusuf dapat segera bertemu dengan adiknya Benyamin; juga ayahnya.

Mari merenung diri sejenak: Adakah kesusahan yang kita hadapi hari ini? Adakah perjumpaan dengan orang lain yang tidak kita pikirkan dan rencanakan sebelumnya di hari ini? Saat beranjak tidur, pasrahkan diri dan hidup kepada Tuhan serta yakinlah bahwa Tuhan sedang merenda hal ajaib dan indah bagi hidup kita melalui pengalaman hari ini dan aktifitas di hari esok.

GB.350 : 3,4
Doa : (Tuhan, kami pasrah diri kepada-Mu; merendalah yang baik bagi kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *