Senin, 11 Juni 2018 – Renungan Pagi

60 Kali dibaca, Diterbitkan: 11 June 2018        


 

Senin, 11 Juni 2018
Renungan Pagi

GB.156 : 1 – Berdoa

YESUSLAH YANG LAYAK DITINGGIKAN

Yohanes 3: 22 – 30
“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (ay.30)

Belakangan ini, dunia televisi marak dengan tayangan-tayangan popular show. Sebut saja Indonesian Idol, KDI, Indonesian’s Got Talent, the Voice Indonesia dan masih banyak lainnya. Konte-kontes seperti ini sepertinya sangat diminati, sehingga banyak orang berusaha menjadi kontestan di dalamnya, terlebih untuk menjadi pemenangnya. Apa sebenarnya tujuan dari mereka mengikutinya? Satu kata “popularitas”. Mereka rela melakukan apapun untuk menjadi tenar dan popular, karena didalamnya ada kebesaran dan kehebatan. Mereka akan dikenal, dielukan dan ditinggikan oleh orang-orang disekitarnya. Sejak diciptakan, masnusia cenderung menjadi yang terbesar dari sesamanya, karena itu persaingan wajar terjadi dimana-mana. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Yohanes Pembaptis. Di dalam perikop pembacaan kita, Yohanes Pembaptis menampakkan kerendahan hati yang luar biasa, meskipun ketenarannya tidak diragukan lagi. Terbukti saat ia membaptis bukan sedikit orang yang datang kepadanya, baik dari Yerusalem, seluruh Yudea, dan daerah sekitar Yordan. (bd. Mat.3: 5-6). Sebenarnya ketenarannya ini bisa menjadi dasar baginya untuk sombong dan meninggikan diri, namun justru menyatakan tentang kesaksian dirinya sangat berbeda. Di ayat 28, ia menyatakan bahwa dirinya hanyalah utusan , seorang pembuka jalan , hamba dan bukan Mesias yang selama ini dinantikan. Yohanes menyadari relasi dirinya dengan Yesus. Baginya, Yesuslah sang Mesias itu, Anak Allah yang harus menjadi isi berita tentang kabar baik. Bagi Yohanes, hanya Yesus yang layak ditinggikan dan dia harus semakin merendah di hadapanYesus.

Kerendahan hati Yohanes ini kiranya menjadi refleksi kehidupan kita. Seringkali di dalam menjalani hidup ini kita selalu ingin menjadi yang terhebat dan ditinggikan orang lain, dalam pelayanan pun demikian. Pelayanan dilakukan bukan untuk kemuliaan nama Tuhan, melainkan agar orang lebih mengenal dan memuji kita., dibandingkan Sang Pemilik pelayanan itu sendiri. Ia harus semakin besar dan aku semakin kecil. Terpujilah nama Tuhan.

GB.156 : 2,3
Doa : (Ya Yesus Tuhan kami, ajarlah kami agar tidak menyombongkan diri dalam hidup ini, tetapi biarlah melalui karya hidup kami hanya nama-Mu yang dimuliakan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *