Senin, 12 Februari 2018 – Renungan Malam

80 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 February 2018        


 

Minggu VI Sesudah Epifania

Senin, 12 Februari 2018
Renungan Malam

KEBERANIAN UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN

Kisah Para Rasul 4:27-31
“Dan sekarang ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu” (ayat 29)

Persekutuan yang erat. Itulah yang diupayakan oleh jemaat mula-mula ketika mereka mendapat ancaman untuk memberitakan Injil. Ancaman itu tidak membuat mereka saling mempersalahkan dan menjauhkan diri dari persekutuan, namun justru membuat mereka semakin erat bersatu. Jemaat bersama-sama bergumul lewat doa untuk mendukung Petrus dan Yohanes dalam pemberitaan Injil. Hal ini mengingatkan kita bahwa kekuatan menghadapi persoalan juga terletak dalam kebersamaan yang erat.

Menariknya, yang jemaat minta dalam doa bukanlah supaya mereka terlepas dari persoalan, melainkan supaya diberikan keberanian untuk tetap memberitakan Injil. Mereka memohon keberanian karena mengingat kembali apa yang telah terjadi dahulu kala saat bangsa-bangsa memberontak terhadap Tuhan (ay.25-27), termasuk apa yang harus dialami oleh Yesus sendiri. Ia mati di tangan para pemimpin yakni Herodes dan Pontius Pilatus. Pengalaman iman ini membuat mereka berpikir bahwa kalau Yesus saja mati dengan cara yang mengenaskan, maka mereka pun harus siap mengalami hal yang sama.

Selain meminta keberanian, umat juga memohon supaya Tuhan memberikan kuasa untuk menyembuhkan orang (ay.20). Mereka tidak meminta kuasa untuk melawan para pemuka agama yang telah mengancam mereka, melainkan kuasa untuk menyembuhkan. Yang mereka minta bukanlah kuasa demi kepentingan diri sendiri, melainkan kepentingan orang lain. Dalam ketertekanan karena ancaman para pemuka agama, jemaat justru memohon untuk dapat berbuah kebaikan. Dapatkah kita tetap berusaha baik di tengah orang-orang yang berlaku jahat kepada kita? Jemaat perdana sanggup melakukannya, karena motivasi mereka adalah demi kemuliaan bagi nama Yesus, supaya Ia dipuji dan diagungkan (ay.30). Tuhan terlalu baik kepada kita, karena itu tak ada alasan untuk tidak berbuat baik, termasuk pada mereka yang berlaku jahat kepada kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *