Senin 14 September 2020 – Renungan Malam

23 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 September 2020        


MINGGU XV SES. PENTAKOSTA

KJ. 10 : 1, 3 – Berdoa

Amsal 6 : 6 – 11

Mengantisipasi Masa Depan Dengan Bijak

Procrastinator akan diliputi rasa bersalah, rentan terhadap stress, menjadi kurang produktif dan tidak kooperatif dalam pekerjaannya. Ini dimungkinkan karena malas melakukan tugas yang diberikan sehingga dapat mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri. Seorang pemalas sering menunda tugas bahkan tidak menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. la suka menepuh jalan pintas dan seolah-olah tidak membutuhkan perencanaan untuk masa depan hidupnya. Lalu apa nasihat AmsaI bagi seorang pemalas dan apa maknanya dalam mengantisipasi masa depan dengan bijak?

Salomo memberi wejangan agar manusia dapat belajar dari semut. Pada musim panas, semut bekerja keras, bergotong royong untuk menghimpun makanan seperti butiran nasi atau serpihan roti yang berserak ke tempat persembunyiannya. Bila beban yang dibawanya terlalu berat, maka dengan teratur semut berjalan bersama-sama untuk membawa hasil pencahariannya ke tempat persembunyian yang aman. Ketika musim hujan tiba maka badannya yang begitu kecil dapat saja terbawa arus sehingga semut perlu mengantisipasi diri agar terhindar dari bahaya dengan bekerja pada waktunya.

Kalau semut tahu mengantisipasi masa depan dengan bekerja keras dan gotong royong, apalagi kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berharga di mata-Nya. Bekerja keras, bergotong royong dan tidak menunda-nunda mengerjakan tugas adalah sikap bijaksana dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Mari mensyukuri anugerah Tuhan yang mendorong kita memaknai hidup dengan giat dan tekun meraih masa depan.

KJ. 10 : 4
Doa : (Ya Tuhan, doronglah kami dengan semangat llahi untuk meraih masa depan dengan bijaksana)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *