SENIN, 15 OKTOBER 2018 – Renungan Malam

26 Kali dibaca, Diterbitkan: 15 October 2018        


 

GB.81 : 1 – Berdoa

SUKACITA MEMBERI

Filipi 4: 10 – 20
Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, …..(ay.17)

Ada satu peristiwa yang memberikan pelajaran berharga bagi saya, dan juga memberi pengaruh besar dalam pembentukan karakter anak saya dalam masa pertumbuhannya. Saat itu anak saya baru berusia 7 tahun. Suatu sore, saya menjemputnya pulang dari tempat kursus. Sementara kami berjalan kaki, kami melihat seorang tua dengan pakaian sangat lusuh sedang mengais sampah. Persis ketika kami hampir melewatinya, orang tua tersebut menemukan sisa kue yang agak terbungkus dan dimakan olehnya. Tak tahan melihatnya, refleks saya memberikan satu dos kecil berisi roti milik anak saya. Setibanya di rumah anak saya menangis sambil berkata :”kenapa mama memberi kue saya kepada orang lain?. Saya bertanya balik padanya : “Nak, apakah kamu kasihan pada bapak tua tadi?”. Jawabnya : “Kasihan sih, tetapi itukan kue saya, kok mama beri ke orang lain”. Saya menjelaskan lagi : “Maaf ya nak. Memang mama salah, tetapi kasihan, pak tua tadi tidak punya uang untuk membeli makanan. Dia lapar dan dia mencari sisa-sisa makanan yang ditemukannya”. Anak saya terdiam dan kemudian berkata lagi : “Iya kasihan ya ma?”. Setelah peristiwa itu, dia seringkali pulang dan bercerita dengan wajah yang penuh sukacita :”mama tadi saya jajanin teman di sekolah… kasihan dia tidak bawa uang jajan dan hanya lihat saya makan. Kan uang yang mama beri masih cukup untuk beliin teman, ya saya beliinlah dan habis deh uang jajan saya..‘Ternyata, ketika dia bisa memberi dan temannya juga bisa menikmati jajan bersama, membuat dia juga sukacita.

Rasul Paulus sangat bersyukur, bersukacita dan berterima kasih untuk pemberian jemaat Filipi. Jemaat Filipi bukanlah jemaat yang kaya (band 2 Korintus 8:2), tetapi mereka memiliki kebiasaan untuk memberi (18). Hal yang paling membahagiakan Paulus adalah, perihal memberi telah merupakan karakter dari jemaat Filipi. Dengan memiliki kebiasaan memberi dengan sukacita, maka kita tidak dikuasai oleh uang atau materi, sehingga kita selalu mampu memahami dan mengalami bahwa Allah selalu memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya. Pemberian seperti itu telah membuat anda memberitakan dan menjadi berkat tentang kemurahan kasih dan kemuliaan Kristus (ayat 19-20).

GB.81 :3
Doa : (Tuhan Yesus, bimbinglah kami untuk mewujudkan kepedulian dan kasih-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *