SENIN, 18 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

138 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 February 2019        


 

MINGGU VI SESUDAH EPIFANIA

HUT KE-54 PELKAT PKP GPIB

GB 263:1 -Berdoa

Keluaran 18:24-27
“Masalah yang sulit mereka serahkan kepada Musa, sedangkan masalah kecil mereka putuskan sendiri. “(ay.26b)

Memberi nasihat yang baik akan membangun kehidupan yang lebih baik. Hal ini menjadi harapan dari sang pemberi nasihat. Bagi penerima nasihat. Prosesnya tergantung dua hal; pertama, menerima berarti memanfaatkannya bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Kedua, menolaknya berarti kehilangan kesempatan membangun kehidupan yang lebih baik.

Nasihat Yitro, mertua Musa sudah tentu menjadi pertimbanqannya. Nasihat ini terkait dengan ada usaha yang cocok untuk melaksanakan rekonstruksi organisasl dan memahami ulang hidup yang berkeadilan. Apabila di dalam masyarakat/umat, tidak ada usaha rekonstruksi dan restrukturisasi konkrit pada konteksnya yang riel, maka kegagalan menanti. Nasihat ini mengandung rasa keadilan bagi mereka yang tersandung pertikaian. Dibutuhkan kearifan pemimpin meIakukan nasihat strategis tersebut.Tantangan yang muncul untuk menerima nasihat tersebut adalah pementingan diri atau kesombongan. Sudah waktunya bagi Jemaat-jemaat dewasa ini mengikut-sertakan para profesional menatalayani Jemaat. Sistem pemberdayaan di dalam gereja tidak asing bagi GPIB. Yitro menasihati Musa memberdayakan pemimpin atas 1000 orang, 100 orang, 50 orang dan 10 orang. GPIB menerapkan dua orang presbiter melayani 10 sampai 15 keluarga. Para profesional yang dipercayakan tugas strategis ini perlu dibina karakternya, agar mendukung tugas panggilan dan kesaksian di jemaat dan masyarakat dengan benar.

GB 263:2
Doa : (Tuhan telah mengaunugerahkan talenta kepada kami. Berkat kami, agar kami mampu menyalurkannya sebagai wulud syukur atas kemurahan-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *