SENIN, 18 JUNI 2018 – Renungan Malam

64 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 June 2018        


 

SENIN, 18 JUNI 2018
Renungan Malam

GB.49 – Berdoa

TUHAN SENANTIASA ADA

1 Samuel 20:35-42
“Maka pulanglah budak itu, lalu tampillah Daud dari sebelah bukit batu; ia sujud dengan mukanya ke tanah dan menyembah tiga kali. Mereka bercium-ciuman dan bertangis-tangisan. Akhirnya Daud dapat menahan diri. ” (ay.41)

Baik Lord of the Ring maupun The Chronicle of Narnia, adalah dua novel berbeda, yang masing-masing diangkat menjadi film yang digandrungi oleh masyarakat dunia. Lord of the Ring cii tulis oleh J.R.R. Tolkien yang lahir pada tahun 1892 dan meninggal pada tahun 1973, sementara The Chronicle of Narnia ditulis oleh C.S. Lewis yang lahir pada tahun 1898 dan meninggal pada tahun 1963.

Banyak yang tidak tahu bahwa kedua orang ini menjalin persahabatan yang erat sejak mudanya. Bahkan persahabatan mereka juga lah yang menginspirasi kemunculan tokoh-tokoh yang menarik di novel yang mereka tulis. Saat C.S. Lewis meninggal pada tahun 1963, Tolkien berkata, ‘feels like an axe blow. near the roots.” (rasanya seperti pukulan kapak di dekat akar).

Apa yang dirasakan oleh Daud dan Yonatan pun sama. Mereka tahu bahwa rnereka harus hidup terpisah. Persahabatan yang sudah terjalin, pada akhirnya tidak mampu mernbuat mereka tetap berdekatan. Perasaan mereka yang tidak siap untuk berpisah, terungkap dengan tangisan dan ciuman di antara mereka. Mereka disadarkan pada suatu kenyataan bahwa kasih tidak harus selalu bersama. Akan tetapi, setelah itu, Daud segera sadar dan menahan diri. Tidak dibiarkan dukacita itu menguasai dirinya. Keluar dari mulutnya suatu keyakinan sekaligus kekuatan bagi dirinya dan bagi Yonatan, sahahatnya, “…Tuhan akan ada di antara aku dan engkau…” Ucapan Daud tersebut menegaskan suatu perkara penting, bahwa yang terjadi di dunia tidak berlaku bagi Tuhan. Meskipun dunia merniliki kuasa untuk memisahkan kasih antar manusia, tetap saja bahwa kuasa itu tidak akan mampu memisahkan kasih Tuhan kepada manusia (Rm.8:39).

Pengalaman ini menjadi renungan bagi kita ketika berhadapan dengan kenyataan yang tidak selalu seperti yang kita harapkan, maka mari kita menghadapinya dengan suatu keyakinan bahwa Tuhan senantiasa ada di dekat kita.

GB.245
Doa : (Ya Tuhan, hanya di dalam naungan-Mu kami tetap teguh dalam menghadapi kenyataan dan berjalan rnenuju masa depan. Ajariiah kami ya Tuhan untuk tidak mengabaikan kehadiran-Mu dalam hidup kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *