Senin, 19 Maret 2018 – Renungan Pagi

114 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 March 2018        


 

Minggu II Pra Paskah

Senin, 19 Maret 2018
Renungan Pagi

UJIAN DAN DIDIKAN

Mazmur 66:8-12
“…Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak” (ayat 10)

Bagi seorang siswa ujian adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, menegangkan, tapi sangat menentukan, sebab dibalik ujian pasti ada hasil. Selalu memusingkan dan menyita pikiran jika menghadapi ujian, tetapi ujian tetap diperlukan karena bisa membawanya meraih gelar yang diharapkan. Oleh karena itu, ia harus berkonsentrasi dalam studinya dan mempunyai perspektif yang benar.

Di dalam segala bentuk kesengsaraan, kita harus mencari Allah, memeriksa kehidupan kita dan meninggalkan segala sesuatu yang bertentangan dengan kekudusan-Nya. Kata “didikan”, yaitu paideia, menunjuk pada proses di mana seorang anak didewasakan, termasuk dalam gagasan ini: ada disiplin, ujian, latihan, pukulan dan penderitaan.

Berjuang dalam iman memang tidak mudah. Akan menjadi mustahil untuk orang berhasil dalam ujian bila memikul beban dan dosa. Beban yang bisa merintanginya adalah kekuatiran, karena keinginan-keinginan duniawi. Karena itu, pemazmur mengimbau para pembaca kitab untuk menfokuskan diri pada Tuhan, karena Dia yang memampukan mereka menang dalam perjuangannya. Perjuangan iman orang Kristen memang merupakan bagian dari pertumbuhan iman kristiani untuk mencapai kesempurnaan serupa dengan Kristus. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus melihat semua kesulitan, tantangan, dan godaan sebagai alat Allah untuk mendisiplin dan mendidik umat-Nya semakin hari semakin baik. Justru penderitaan yang berat merupakan tanda atau bukti bahwa Ia memandang kita sebagai anak-anak Allah yang dikasihi-Nya. Dalam kemaha-tahuan-Nya, Ia telah memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang dikasihi-Nya, lebih daripada yang bisa kita mengerti pada saat ini (ay. 12b).

Hari ini, dalam perjalanan hidup kita, jika kita menemui rintangan, mari lihat itu sebagai suatu bentuk didikan untuk menguji iman kita, agar kita menjadi serupa dengan Kristus.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *