SENIN, 24 DESEMBER 2018 – Renungan Pagi

17 Kali dibaca, Diterbitkan: 24 December 2018        


 

MINGGU ADVEN IV

GB.151 : 1 – Berdoa

TUHANLAH SUMBER DAMAI SEJAHTERA

Lukas 1:26-38
….dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan” (ay. 33).

Alur pikir perikop kita adalah sebagai berikut ; Tuhan Allah ingin hadir di dunia ini untuk menyelamatkan manusia. Maka Tuhan Allah menurunkah Roh Kudus untuk menaungi seorang perawan bernama Maria. Maria lalu hamil karena Roh Kudus. Anak yang akan dilahirkan perawan Maria ini akan menjadi pawaris takhta Daud dan kerajaannya tidak akan berakhir. Dia akan disebut Yang Kudus, Anak Allah. Dan karena itu dia harus dipanggil Yesus. Kata Yesus – Yun. lesous. Ibr. Yeshuah – berarti Allah adalah keselamatan. Maria menyerahkan diri pada rencana Allah. Dalam teologi Kristen peristiwa ini menjadi dasar ajaran tentang keselamalan. Allah menjelma menjadi manusia dalam dunia dan sejarah manusia. untuk menyelamatkan manusia. Keselamatan ini secara sosiologis berarti suasana damai sejahtera dalam masyarakat.

Fakta sejarah agama-agama menyatakan, bahwa hanya dalam Iman Kristen. nama tokoh utamanya berhubungan dengan keselamatan yang membawa damai sejahtera. Yang kehadirannya sejak awal diiringi nyanyian tentang damai sejahtera di bumi. Juga yang secara prinsipal mengajarkan bahwa damai sejahtera hadir ketika kita mengasihi Allah dalam bentuk mengasihi sesama.

Jadi damai sejahtera sesungguhnya berasal dari Allah. Damai sejahtera tidak akan menjadi kenyataan kalau diupayakan sebagai bentuk falsafah manusiawi. Damai sejahtera adalah buah kepatuhan kepada Allah. Kalau ingin mengalami damai sejahtera datanglah kapada Tuhan, karena Tuhanlah sumber damai sejahtera. Damai sejahtera itu berakar dalam hati dan pikiran, dan mendapat bentuk dalam perilaku keseharian.

Bayi ‘Natal itu bernama Yesus yang berarti Allah adalah keselamatan. Kehadirannya disambut kidung sorgawi damai sejahtera di bumi. Merayakan Natal adalah merayakan hadirnya damai sejahtera dari Allah bagi diri kita kini dan disini. Selamat jelang Natal saudaraku.

GB.151 : 3
Doa : (Ya Kristus Bayi Natal yang kudus, jadikanlah damai sejahtera-Mu sebagai bagian dari pribadi kami sehingga dimanapun kami berada maka
kami menghadirkan damai sejahtera-Mu ya Kristus, Bayi Natal yang kudus)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *