SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 – Renungan Malam

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 24 September 2018        


 

KJ.436 : 1 – Berdoa

MENOBATKAN ORANG MENJADI PENGHUNI NERAKA

Matius 23: 13 – 16
….. sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk menobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri (ay.15)

Pemimpin-pemimpin Yahudi baik di Yerusalem atau diaspora yang tersebar di mana-mana tempat, gigih menobatkan orang untuk memeluk iman Yahudi. Semangat menginjili tentu tidak ada salahnya. Tetapi yang salah ialah motivasi penginjilan itu, oleh sebab itu Yesus mengecam “penginjilan” atau gaya orang-orang Yahudi dalam menginjili (Proselitisme). Penginjilan gaya ini, berupaya sekuat tenaga agar orang lain menjadi Yahudi dalam segala hal seperti tradisi, kultus dst. Bukan berusaha agar manusia menjadi terlihat saleh dan takut kepada Tuhan.

Penginjilan seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang puas dan bangga dengan diri sendiri sebagai yang terbaik dan tersaleh, dibandingkan orang lain. Oleh sebab itu orang lain harus mengagumi dan menghormati mereka. Bukan menuntun orang datang kepada Tuhan tetapi datang kepada mereka. Bukan untuk kebaikan orang-orang yang diinjili, tetapi untuk prestasi dan prestise mereka sebagai orang-orang yang mampu memenangkan jiwa. Bukan karena mencintai Tuhan tetapi karena percaya diri yang berlebihan dan cinta diri sendiri. Bukan menghargai orang yang diinjili sebagai manusia tetapi memaksa mereka untuk menganut apa yang mereka anut. Melepaskan orang dari keyakinannya yang lama dan memasukkan mereka ke dalam penjara baru yang tidak lebih baik atau mungkin jauh lebih buruk dari keadaan mereka sebelumnya.

Itulah yang penginjilan atau proselitisme yang dikecam Yesus. Seharusnya penginjilan disampaikan oleh orang-orang yang sadar bahwa mereka adalah orang-orang berdosa yang menemukan kedamaian dan sukacita di dalam Tuhan dan ingin membagikan kedamaian itu bagi orang lain. Bukan membawa orang kepada tradisi dan kulit luar keyakinan, tetapi mempertemukan orang lain dengan esensi atau jantung iman yang diyakini yaitu Tuhan.

KJ.436: 2,3
Doa: (Bapa ampunilah kami karena seringkali kami menobatkan orang untuk datang kepada kami dan bukan membawa mereka kepada Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *