SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

35 Kali dibaca, Diterbitkan: 24 September 2018        


 

GB.277 : 1 – Berdoa

LAIN PERKATAAN LAIN PERBUATAN

Matius 23:1-12
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melakukannya (ay.3)

Ada hubungan yang erat antara perkataan dan perbuatan. Kata-kata indah tanpa perbuatan, akan membuai dan membelai orang di alam mimpi, seperti janji manis politisi. Tetapi akibatnya kata kata menjadi kosong kehilangan makna. Perkataan dan perbuatan mempunyai hubungan yang erat. Perbuatan membuat kata-kata menjadi jelas dan konkret. Perbuatan membuat kata-kata tidak saja dinikmati oleh telinga tetapi dinikmati oleh seluruh indra manusia. Perbuatan membuat kata-kata menjadi hidup dan bermakna. Sebaliknya perbuatan membutuhkan kata-kata. Tanpa kata-kata yang menjelaskan, mencerahkan dan membuka wawasan, perbuatan bisa salah dipahami dan bisa menimbulkan penafsiran yang salah.

Di tangan para Farisi dan Ahli Taurat, kata-kata atau Taurat bukan lagi membuka wawasan dan menjadi norma kehidupan, tetapi malahan berubah menjadi beban atau bencana. Kurang lebih 613 perintah dibebankan kepada umat, perintah yang mustahil bisa dilakukan. Apabila umat tidak melakukannya maka mereka dituduh, melanggar hukum Tuhan atau tidak saleh, sementara para Farisi yang mutabir tidak pernah melaksanakan perintah itu. ltulah sebabnya di dalam Matius 11:28-30, Yesus mengundang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Karena kuk yang dipasang oleh Yesus ringan dan enak. Tidak seperti beban dan kuk yang dipasang oleh orang-orang Farisi dan akhli Taurat.

Tersirat dari teks ini: Yesus mengecam orang yang tidak melakukan apa yang mereka khotbahkan. Khotbah hanya ditujukan kepada orang lain, tetapi tidak untuk diri sendiri. Khotbahnya indah memukau di atas mimbar, tetapi perbuatannya di dalam kehidupan sehari-hari bertentangan seratus delapan puluh derajad dengan khotbah yang indah itu. Seyogiyanya pengkhotbah adalah orang pertama yang mendengar dan melakukan apa yang dikhotbahkannya.

GB.277:2,3
Doa : (Tolonglah kami Bapa, agar kami tidak berani mengkhotbahkan apa yang tidak kami lakukan. Mampukan kami agar perkataan dan perbuatan kami tidak bertentangan satu dengan yang lain)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *