SENIN, 27 MEI 2019 – Renungan Pagi

54 Kali dibaca, Diterbitkan: 27 May 2019        


 

MINGGU V SESUDAH PASKAH

GB.69 : 1 – Berdoa

PERENCANAAN YANG MATANG MENDATANGKAN SEJAHTERA

1 Korintus 16 :1 -4
Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing sesuai dengan apa yang kamu peroleh menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah,….(ay.2).

Tiba masa tiba akal suatu ungkapan bermakna negatif, sering diungkapkan dalam nada kekecewaan sehubungan dengan penilaian terhadap suatu kegiatan yang hasilnya tidak maksimal. Karena dilakukan tanpa suatu perencanaan yang matang, atau asal-asalan. Asal terlihat melakukan suatu kegiatan. Akhirnya muncul ungkapan: “kegiatan itu dilakukan hanya formalitas saja”.

Paulus sebagai seorang rasul bukan saja konsen terhadap pemberitaan Injil Yesus Kristus, tetapi juga terhadap pelayanan kasih bagi orang-orang miskin (Gal. 2:10). Khususnya orang-orang Kristen yang miskin di Yerusalem. Paulus sering menyebut mereka sebagai orang-orang kudus yang saat itu mengalami kemiskinan akibat bencana kekeringan (Kis. 11:27-30). Paulus menghimbau jemaat-jemaat yang dilayaninya untuk membantu orang-orang kudus tersebut. Termasuk jemaat Korintus.

Paulus bukan hanya menghimbau mereka untuk mengumpulkan uang bagi orang-orang kudus di Yerusalem (ay.1), tetapi juga memberitahukan bagaimana cara pengumpulan uang tersebut agar hasilnya maksimal, bukan tiba masa tiba akal (ay.2). Artinya, bukan saat Paulus tiba di Korintus baru uang tersebut dikumpulkan, tetapi jauh hari sebelumnya.

Orang percaya hendaklah mengembangkan habit (kebiasaan) dalam dua hal, yakni: pertama, sebagai orang yang diselamatkan Allah melalui anugerah-Nya diberikan secara gratis melalui pemilihan-Nya maka anugerah keselamatan tersebut harus berbuah melalui perbuatan kasih. Seseorang harus mampu menjadi saluran berkat bagi sesama yang membutuhkan supaya mereka mengalami damai sejahtera, karena untuk itulah orang percaya dipanggil dan diutus ke dalam dunia; Kedua, ketika melakukan segala sesuatu hendaklah direncanakan dengan matang sehingga hasilnya maksimal, bukan tiba masa tiba akal. Termasuk di dalamnya kegiatan diakonia gereja. Kegiatan gereja seharusnya bukan berorientasi pada kuantitas tetapi pada kualitas. Suatu kegiatan melalui perencanaan yang matang akan berkualitas dan mendatangkan damai sejahtera.

GB.69:2
Doa : (Ya Tuhan mampukanlah kami menjadi saluran berkat kepada orang lain melalui suatu perencanaan yang baik)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *