SENIN, 28 JANUARI 2019 – Renungan Malam

119 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 January 2019        


 

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

KJ.144b : 1-Berdoa

HIKMAT DARI TUHAN

1 Korintus 3 : 18-23
TUHAN mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat sesungguhnya semuanya sia-sia belaka” (ay.20).

Seiring perkembangan zaman dan teknologi manusia bisa mandapatkan segala sesuatu dengan instan. Sains memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia. Pengetahuan manusia pun semakin luas dengan perkembangan teknologi informasi. Sains dan teknologi yang canggih itu merupakan hasil karya manusia. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan suatu pengetahuan yang cukup bagi manusia.

Pengetahuan yang mengarahkan manusia kepada kebijaksanaan. Namun, apakah sekarang ini manusia semakin bijak seiring dengan perkembangan teknologi?

Bacaan kali ini memaparkan tentang manusia yang menipu diri sendiri. Menipu diri sendiri tidak berbeda dengan sikap yang meninggikan diri sendiri. Manusia demikian merasa bahwa ia mampu melakukan segala sesuatu. Tidak hanya itu, manusia itu merasa yakin dengan pengetahuan dan hikmat yang ia miliki. Manusia seperti ini tidak lagi bergantung kepada Tuhan. la sepenuhnya mengandalkan kemampuan dan pengetahuannya. Yang tidak disadari adalah manusia adalah makhluk yang terbatas. Keterbatasannya mengakibatkan manusia sesungguhnya tidak mampu untuk melakukan semua hal.

Pada sisi lain, Tuhan berbeda dangan manusia. Ia tidak terbatas. Ia mampu mengetahui segala sesuatu. Rancangannya jauh lebih besar dari rancangan manusia. Begitu pula, hikmat-Nya jauh lebih luas dan dalam daripada hikmat manusia. Untuk mendapatkan pengetahuan dan hikmat dari Tuhan, manusia perlu untuk berhubungan dengan Tuhan. Ia perlu untuk merendahkan hati dan meminta Tuhan memberikan kebijaksanaan. Hal itu juga diceritakan dalam Alkitab. Raja Salomo tidak meminta harta dan tahta melainkan ia meminta pengetahuan dan kebijakaanaan dari Tuhan. (1 Raja-Raja 3 : 9, 12 ).

Perkembangan teknologi rupanya tidak membuktikan bahwa manusia semakin bijak. Adanya informaai palsu, ujaran kebencian, pengrusakan hutan, polusi udara, dan lainnya. Hal itu menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak mangarahkan manusia untuk semakin bijak. Untuk itu, kita perlu untuk mengoreksi diri kita sendiri. Ketergantungan terhadap pengetahuan dan hikmat yang kita miliki hanya membuahkan harapan kosong. Tetapi, kerendahan hati untuk meminta hikmat dan pengetahuan dari Tuhan memberikan kita masa depan yang lebih baik (Amsal 8:35,36).

KJ.144b : 3
Doa : (Tuhan, ajari aku untuk tidak bersandar pada kemampuanku agar aku lebih belajar untuk rendah hati)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *