Senin, 28 Januari 2019 – Renungan Pagi

19 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 January 2019        


 

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

KJ. 252 : 1 – Berdoa

YESUS KRISTUS DASAR HIDUP KRISTEN

1 Korintus 3 : 10-17
Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus (ay.11).

Setiap bangunan harus memiliki suatu dasar. Dasar bangunan menentukan seberapa kuat bangunan itu bertahan dalam berbagai keadaan. Jika dasar bangunan lemah, maka bangunan itu tidak akan bertahan lama. Dasar bangunan ini merupakan suatu kiasan untuk menggambarkan kahidupan manusia. Manusia membutuhkan suatu dasar bagi keyakinannya. Dasar yang kuat dapat membuat seseorang bertahan dalam Keadaan-keadaan yang sulit. Sedangkan; dasar yang lemah membuat seseorang lemah dan rapuh.

Sebagai seorang Kristen, kita pun memiliki dasar iman yang membantu kita menghadapi keadaan-keadaan sulit. Dasar iman Kristen adalah Yesus Kristus. Iman kepada Yesus adalah penopang hidup seorang Kristen. Namun, iman kepada Yesus tidak berarti iman yang pasif. lman itu harus bergerak dan aktif. Artinya seseorang yang beriman kepada Yesus akan bergerak dan aktif. Dalam pergerakan itu, ia akan berhadapan dengan berbagai keadaan sulit dalam hidupnya. Keadaan-keadaan sulit itu merupakan suatu ujian untuk imannya. Tentu saja, hasil dari pekerjaan tarkadang bisa jadi sesuai atau tidak sesuai dengan harapan. Namun, usaha yang seorang Kristen lakukan tentu tidak akan sia-sia selama ia sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.

Kamu adalah bait Allah dan bahwa roh Allah diam dalam kamu (ay.16). Ungkapan ini memperlihatkan bahwa seseorang tidak bernilai dari apakah ia menghasilkan sesuatu yang baik atau yang buruk. Manusia pada dirinya sendiri adalah berharga bagi Tuhan. la merupakan ciptaan yang Tuhan kasihi. Tuhan memberikan rahNya berdiam dalam diri manusia. Hal itu agar manusia dapat melakukan hal-hal besar demi kemuliaan Tuhan. ltu juga berarti bahwa manusia tidak boleh merusak dirinya sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menemukan orang-orang yang merusak diri sendiri. Hal itu dilakukan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Kita kurang menyadari bahwa kehidupan yang diberikan oleh Tuhan adalah sebuah anugerah. Tubuh dan pikiran yang kita miliki merupakan berkat dari Tuhan. Oleh karena itu, tugas utama kita adalah menjaga dan memelihara tubuh dan pikiran kita.

KJ. 252 : 4
Doa : (Tuhan, ajari aku untuk bersyukur atas hidup yang Engkau beri bagiku)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *