SENIN, 30 JULI 2018 – Renungan Pagi

59 Kali dibaca, Diterbitkan: 30 July 2018        


 

SENIN, 30 JULI 2018
Renungan Pagi

KJ 407:1 – Berdoa

TIDAK NIENGOSONGKAN DIRI DENGAN SESAMA

Kejadian 16:1-6
“Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya.” (ay.4b)

Peribahasa seperti kacang lupa kulitnya, adalah ungkapan yang ditujukan terhadap orang yang dahulunya miskin setelah menjadi kaya lupa akan asal usulnya. Atau seseorang yang menjadi sombong, tidak tahu diri dan lupa akan asal usulnya. Masa lalunya tidak mau diingat-ingat lagi karena tidak menyenangkan, bahkan kadang-kadang dianggap memalukan. Oleh karenanya, ketika bisa mendapatkan keberhasilan, ia lalu menikmati kehidupan barunya itu seolah tidak pernah memiliki pengalaman kehidupan masa lalu yang tidak menyenangkan itu. Ia lalu lupa bahwa sebelumnya ia hanya orang yang tidak istimewa. Akibat sikap aeperti ini adalah hidup tidak mawas diri. Tidak salah karena mungkin sekali keberhasilan itu dicapainya karena kerja keras sehingga ketika berhasll layaklah ia menikmati kehidupan itu.

Itulah yang terjadi dengan Hagar. Ketika sadar bahwa ia lebih “baik” dibandingkan dengan nyonyanya Sarai, ia lalu lupa bahwa kesempatan hamil dengan Abram adalah karena kerelaan Sarai juga. Sarai mungkin juga punya kepentingan sendiri dengan usulnya itu. Tetapi itu tidaklah berarti juga bahwa Hagar boleh saja bersikap sewenang terhadap Sarai. Kalau saja Hagar mawas diri siapa dia sebelumnya, mungkin Sarai tidak akan bersikap seperti itu terhadapnya. Itu manusiawi sekali ketika Hagar memandang rendah nyonyanya karena merasa dirinya lebih hebat. Manusiawi dalam pengertian alami secara kedagingan. Hanya manusia itu bukanlah kenyataan kedagingan saja. Dalam pengertian hidup menurut dorongan-dorongan kedagingannya. Biasanya binatang yang hidup menurut dorongan kedagingannya. Manusia adalah mahluk yang memiliki akal juga. Akal itulah membuat manusia sadar bahwa ia membutuhkan sesama dan Tuhan dalam kehidupannya.

KJ 407 : 2
Doa : (Tuhan ajari kami untuk menyadari bahwa mengasihi dan menghormati sesama wujud kasih kami kepada Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *