Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

KAMIS, 18 APRIL 2019 – Renungan Pagi

 

KAMIS PUTIH

KJ.417:1 – Berdoa

PERASAAN VS IMAN

Matius 26:36-46
“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku” (ay.38).

Pernahkah kita merasa takut yang luar biasa ketika menghadapi pergumulan? Sering orang tidak memahami rasa takut kita yang sendirian bergumul dalam kepedihan. Apa yang dapat dilakukan dalam keadaan demikian?

Sisi kemanusiaan Yesus diceritakan oleh penulis injil Matius.. Gambaran kemanusiaan Yesus yang akan mengalami kematian : kesedihan dan ketakutan serta penyerahan diri kepada Allah. Secara manusiawi, wajar jika Yesus mengalami rasa takut dan sedih. Meskipun Yesus ditemani oleh Petrus dan Yakobus namun Matius memberikan gambaran tentang perasaan takut dan sedih Yesus yang sangat mendalam dan tidak dirasakan oleh Petrus dan Yakobus. Ungkapan Yesus: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya” bukanlah ungkapan putus asa, melainkan sebuah kesedihan karena kematian yang semakin mendekat. Ditengah kesedihan tersebut, Yesus tetap berpegang dan percaya pada Allah. Kematian Yesus menggambarkan penderitaan seorang hamba Tuhan. Di tengah penyerahan diri, Yesus merasa takut dan sedih dan hanya satu yang diinginkan, berbicara dengan Bapa-Nya.

Meskipun para murid membiarkan Yesus bergumul sendirian dan tidak mendampingi Yesus yang meminta mereka berjaga-jaga. Yang terjadi, mereka memilih untuk tidur nyenyak. Yesus tidak mendapatkan dukungan apa pun dari murid-murid-Nya. Yesus mengetahui bahwa kematian-Nya sudah dekat. Yesus menerima nasib-Nya bukan dengan pasif tetapi dengan aktif. Bangunlah,, marilah kita pergi!” Yesus bangun dan menyongsong kematian-Nya.

Keberadaan Yesus merupakan gambaran tentang manusia yang takut karena sendirian. Yesus memberikan contoh yang positif dengan cara aktif menerima keadaan. Orang yang percaya pada Tuhan, ia aktif dan terus berjuang untuk bangkit dari rasa takut dan sedih. Hidupnya tidak didominasi perasaan tetapi oleh iman kepada Allah yang hidup.

KJ. 417 : 2
Doa : (Tuhan, ajarlah kami untuk belajar lebih percaya dibanding percaya pada porasaan hati kami)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.