Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Kamis , 29 Maret 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu I Pra Paskah

Kamis , 29 Maret 2018
Renungan Pagi

CIUMAN KEMUNAFIKAN

Markus 14:43-46
“Orang yang menyerahkan Dia telah memberitahukan tanda ini kepada mereka: “Orang yang kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia dan bawalah Dia dengan selamat” (ayat 44)

Biasanya setiap opera sabun atau sinetron yang ditayangkan di televisi selalu berusaha memainkan emosi penontonnya. Mulai dengan menampilkan tokoh-tokoh berkarakter sehingga mengundang reaksi macam-macam: sedih, marah dan tertawa. Demikian pula kisah pengkhianatan Yudas terhadap Yesus yang nyata, namun persis seperti sinetron dengan peran Yudas yang sangat berkarakter, dan kalau ini benar-benar sinetron sebenarnya cocok untuk dapat penghargaan pemeran terbaik, karena perannya dalam pengkhianatan Yesus telah menimbulkan gelombang kemarahan dari setiap orang yang membaca kisahnya.

Dalam kisah penangkapan Yesus y ang mirip sinetron, kita menyaksikan bagaimana Yudas menyerahkan Yesus dengan sebuah ciuman, sepertinya ingin menunjukkan kedekatan dan keakraban, sebab hanya orang-orang yang memang punya hubungan (dekat) dengan kita sajalah yang dapat kita cium dan memberikan ciumannya. Di samping itu dengan ciuman, Yudas hendak menunjukkan seolah-olah ia memberi salam dan memberi hormat kepada Yesus. Tetapi sesungguhnya ciuman Yudas mempunyai maksudnya sendiri. Yudas mencium dengan maksud yang tidak tulus. Ia mencium Yesus dengan maksud licik, yaitu untuk menghancurkan Yesus. Inilah ciuman penuh kemunafikan yang sangat berbahanya. Ciuman yang sepertinya menunjukkan kedekatan dan keakraban tetapi sesungguhnya sangat mencelakakan.

Sulit dibayangkan sebenarnya bagaimana Yudas bisa menyerahkan Yesus dengan cara yang sangat menyakitkan. Jelas sekali bahwa Yudas adalah pengkhianat yang keji dan tidak tahu berterima kasih. Bagaimana perasaan Anda jika dikhianati dengan sebuah sikap yang terlihat manis padahal itu kepura-puraan belaka? Sangat menyakitkan rasanya. Demikian sakit yang dialami Yesus, apabila kita datang ke hadapan-Nya dengan hati yang tidak tulus dalam mengasihi Dia. Yesus mengetahui apa yang ada di hati kita. Oleh karena itu Ia terluka dan sangat sedih. Hati-Nya seringkali hancur karena kemunafikan kita.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.