Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Selasa , 27 Maret 2018 – Renungan Malam

 

Minggu I Pra Paskah

Selasa , 27 Maret 2018
Renungan Malam

AKIBAT KEDEGILAN, YA GAGAL PAHAM

Markus 6:51-52
“Sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil!” (ayat 52)

Orang bukan bisa belajar dari apa pun. Tidak saja dari hal positif, tetapi bahkan dari hal negatif. Berbeda dengan orang-orang yang dikatakan degil. Mereka adalah orang-orang yang bandel. Hatinya sudah begitu mengeras sedemikian rupa sehingga sulit menerima masukan serta tidak mau belajar dari setiap peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Di sinilah kita perlu belajar bagaimana sikap Yesus yang berbeda dengan murid-murid-Nya.

Penulis Markus melaporkan bagaimana Yesus peka terhadap berbagai keadaan di sekitarnya, termasuk mereka yang kekurangan makanan. Timbullah belas kasihan Yesus dengan memberi makan 5.000 orang. Demikian pula saat murid-murid dalam bahaya dan ketakutan yang hebat, Yesus hadir dan peduli bukan hanya memenuhi kebutuhan secara fisik tapi juga rohani. Tuhan Yesus mengasihi kita dan kasih-Nya begitu besar. Kebutuhan fisik dan rohani kita dicukupkan dan Dia berkata, “Inilah Aku, jangan takut!”. Namun kepedulian Yesus berbanding terbalik dengan para murid yang gagal paham. Hati mereka tetap “degil” atau “tidak peka” dalam terjemahan barunya (ayat 52). Kata “degil” berasal dari bahasa Yunani: poroo, artinya “tertutupi oleh sesuatu yang tebal, mengeras, tak kunjung paham”. Ya, hati para murid tetap degil walau baru mengalami peristiwa hebat.

Seperti halnya para murid, kita pun sering sulit memahami dan kurang peka terhadap karya Tuhan dalam kehidupan ini. Hati kita tetap degil, keras, kaku, bebal. Di sini kita dapat dikatakan gagal paham. Oleh ketidakpekaan dan ketidakmampuan belajar dari setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup. Karena itu buka hati dan pikirian kita supaya Roh Kudus bekerja agar senantiasa hidup dengan rasa syukur dan kagum tiada henti atas kebaikan-Nya dalam hidup kita. Hati yang penuh kagum, hormat dan syukur kepada Allah akan memberi energi dan semangat bagi kita.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.