JUMAT, 12 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

19 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 October 2018        


 

GB.351 : 1 -Berdoa

RINDU TIDAK TERTAHANKAN

Kejadian 46 : 28 – 34
Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen, mendapatkan lsrael ayahnya. Ketika ia bertemu dengan dia, dipeluknyalah leher ayahnya dan lama menangis pada bahunya.

(ay.29)

Rindu tidak tertahan untuk berjumpa orang yang kita kasihi akan membuat kita tidak mau berlambat-lambat. Meskipun harus meninggalkan negeri dan melepaskan diri dari adat istiadat yang telah lama membentuk, dan bersiap menerima serta menyesuaikan diri dengan adat-istiadat atau nilal-nilai yang berlaku umum di tempat yang baru agar tidak terjadi benturan dan konflik. Apa mau dikata; kelaparan, terlebih kerinduan untuk segera bertemu Yusuf, anaknya yang telah dianggap mati, tetapi hidup, memungkinkan semuanya terjadi.

Yakub dan kaum keluarganya sejumlah 70 orang pindah dari Kanaan ke Mesir sesuai permintaan Yusuf. Meskipun Yusuf telah menjadi penguasa di Mesir, tetapi Yakub tetap waspada dan tidak gegabah serta selalu meminta penyertaan Allah. Oleh karena itu, ketika tiba di Bersyeba, mereka berhenti. Yakub mempersembahkan korban sembelihan kepada Allah, dan Allah berjanji akan menyertai Yakub dan akan membuat keturunannya sebagai bangsa yang besar di Mesir serta akan membawa mereka kembali dari Mesir (ay 1-4). Yakub dan seisi keluarganya tidak ragu berangkat ke Mesir. Mereka tiba dan menetap di Gosyen; suatu wilayah padang rumput yang telah ditentukan Yusuf kepada mereka. Sebab Yusuf tahu bahwa segala gembala kambing, domba adalah kekejian bagi orang Mesir. Yusuf datang menjumpai ayahnya. Ia memeluk dan menangis di bahunya. Yakub merasa sangat senang dan damai ketika melihat Yusuf masih hidup, sehingga ia rela mati di tangan Yusuf.

Kerinduan dan harapan untuk meraih sukses dalam usaha-kerja di hari ini, jangan membuat kita lupa meminta penyertaan Tuhan Yesus untuk membimbing dan menolong kita. Jangan mengandalkan kekuatan dan kepintaran kita. Maka Tuhan akan memberkati dan memenuhi segala kerinduan dan harapan hidup dan menjadikan kita saluran berkat bagi sesama.

GB.351 :2
Doa : (Tuhan, penuhi harapan dan kerinduan kami untuk wujudkan damai)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *