Jumat, 16 Februari 2018 – Renungan Malam

117 Kali dibaca, Diterbitkan: 16 February 2018        


 

Minggu VI Sesudah Epifania

Jumat, 16 Februari 2018
Renungan Malam

JANGAN ‘TENGGELAM’ SIA-SIA!

Keluaran 14:26-31
“Demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut” (ayat 27b)

Masih berbicara tentang laut, perikop lanjutan pagi tadi kembali mengantar kita untuk melihat kebesaran Tuhan atas alam. Lagi-lagi Tuhan menyelamatkan Israel melalui lautan. Saat mereka tiba di seberang, berbaliklah air laut ke tempatnya sehingga orang-orang Mesir tenggelam dan tak mampu menyerang. Hasilnya terlihat dalam ayat 31, saat orang Israel melihat semua peristiwa itu, mereka percaya kepada Tuhan dan menerima Musa sebagai sosok yang dipakai Tuhan untuk menyatakan rencana-Nya. Dari sini kita dapat melihat bahwa alam (dalam hal ini laut) bisa menjadi begitu bersahabat dengan kita tapi juga bisa menjadi begitu bermusuhan. Hal ini ternyata terkait dengan sikap iman kita. Bagi bangsa Israel, tujuan perjalanan mereka adalah negeri yang dijanjikan Tuhan. Sebab itu, dapat dikatakan bahwa mereka berjalan seiring dengan kehendak Tuhan. Bagi bangsa Mesir, tujuan yang hendak dicapai adalah kembali menguasai bangsa Isarel. Dengan demikian, menentang kehendak Tuhan. Pentingnya relasi yang kuat antara manusia-alam-Tuhan kembali diingatkan di sini. Jadi percuma saja kita merasa memiliki kekuatan, kekuasaan dan kemampuan dengan semua yang kita miliki, bila tanpa relasi dengan Tuhan. Itu semua sia-sia. Tuhan bisa memakai siapa saja dan apa saja termasuk alam yang tak bersuara untuk mengingatkan kita akan kekuasaan-Nya.

Saat ini, ada banyak orang yang mulai lupa diri. Dengan kekuatannya, ia menghancurkan perasaan orang lain. Dengan kekuasaannya, ia menghancurkan harga diri orang lagin. Dengan kemampuannya, ia menghancurkan alam ciptaan Tuhan. Sungguh ia lupa, bahwa orang lain dikasihi Sang Pencipta dna lama semesta dilindungi oleh Sang Khalik. Sadarlah, sewaktu-waktu kita bisa tenggelam karena kekuatan, kekuasaan dan kemampuan yang tidak berpaut pada Tuhan. Semoga saja orang-orang seperti itu mau bertobat dan tidak ‘tenggelam’ sia-sia karena hidup ini hanyalah sementara.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *