Jumat, 17 November 2017 – Renungan Malam

163 Kali dibaca, Diterbitkan: 17 November 2017        


MINGGU XXIII SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 17 NOVEMBER 2017
Renungan Malam
KJ.446 : 1-Berdoa
TEGUH MENJAGA IDENTITAS SEBAGAI HAMBA ALLAH

Ezra 5:6-17
Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumnh, yang telah dldlrikan bertahun-tahun sebelumnya, didirikan dan diselesikan oleh seorang raja lsarel yang agung (ay.11)

Bagian Alkitab ini merupakan Iaporan tertulis dari Tatnai, bupati daerah sebelah Barat Sungai Efrat dan kawan-kawannya kepada raja Darius tentang pembangunan Bait Suci TUHAN. Bahwa mereka telah datang ke Yerusalem dan menyelidiki proses pembangunan itu, situasi bangunannya, siapa yang memberi perintah untuk membangun Bait Suci TUHAN dan tembok-tembok Yerusalem.

Jawaban para tua-tua Yahudi yaitu bahwa selaku hamba Allah semesta langit dan bumi, mereka membangun kembali Bait Suci TUHAN yang telah didirikan bertahun-tahun sebelumnya oleh seorang raja Israel yang agung. Rumah ini dan tembok-tembok Yerusalem dirusak oleh Nebukadnezar dan kemudian mengangkat orang Israel menjadi tawanan di Babel. Hal ini terjadi karena nenek moyangnya memberontak terhadap Allah penguasa jagat raya ini, bukan karena melawan pemerintah. Tetapi pada zaman Koresh, orang lsrael disuruh kembali ke Yerusalem. Terhadap jawaban para tua-tua Yahudi ini, Tatnai memohon lgepada raja Darius agar diadakanlah penyelidikan apakah benar ada dokumen yang menyatakan bahwa raja Koreh memerintahkan untuk membangun kembali Bait Suci dan mengembalikan semua perkakas yang dulunya dirampas dari dalam Bait Suci TUHAN?. Jika kita simak apa yang dikatakan para tua-tua Yahudi ini, maka dapat disimpulkan bahwa sekalipun banyak kendala yang dihadapi, mereka melakukannya dalam iman bahwa Tuhan pasti menyertai mereka.

Komitmen umat Israel dalam membangun Bait Suci TUHAN sekalipun banyak kendala, harus menjadi pelajaran penting bagi kita untuk memelihara persekutuan. Gereja tidak hanya sekedar gedung, tetapi merupakan simbol dari persekutuan anak-anak Tuhan. Kehadiran gereja menjadi kesaksian tentang kebaikan Tuhan kita Yesus Kristus bagi kita dan dunia ini.

KJ.446 : 2
Doa : (Tuhan, berilah kami kekuatan untuk merawat persekutuan umat-Mu ini dan menjaga identitas kami sebagai hamba-Mu sekarang dan selamanya)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *