Jumat, 18 Mei 2018 – Renungan pagi

70 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 May 2018        


 

Minggu Pemuliaan

Jumat, 18 Mei 2018
Renungan pagi

DIPILIH UNTUK DAMAI

Kolose3 : 12- 14
“… orang-orang pilihan Allah…” (ayat 12a)

Orang yang memiliki jiwa optimis adalah mereka yang melihat lampu hijau di semua tempat, sedangkan orang yang pesimistis hanya melihat lampu merah. Orang yang benar-benar bijaksana adalah mereka yang buta warna. (Albert Schweitzer). – Paulus berkata, “Kita sudah disatukan dengan Kristus bersama kematian-Nya, maka pikiran dan hati kita harus disesuaikan dengan pikiran dan hati Kristus. Di sini ada proses identifikasi diri dengan Kristus. Hidup kita hanya untuk menyenangkan hati Allah, dan melakukan kehendak-Nya yaitu hal-hal yang mulia dan bernilai kekal. Identifikasi diri dengan Kristus harus mewujud dalam transformasi hidup. Orang-orang pilihan Allah bukanlah orang-orang yang memisahkan kehidupan mereka dengan dunia dan tinggal dengan jabatan-jabatan yang eksklusif dalam komunitas kudus dan puas dengan berkat-berkat yang melimpah, melainkan orang mau merendahkan hati dan memberikan diri dalam pelayanan yang tulus dan suci untuk kemuliaan nama Tuhan.

Suatu hari ada seorang anak kecil datang kepada seorang bijak untuk bertanya. la datang membawa seekor anak ayam yang disembunyikan di balik badannya dan langsung bertanya, “Wahai orang tua yang bijak ! Tahukah kamu apakah anak ayam yang aku bawa ini dalam keadaan hidup, atau mati?” Sejenak orang tua tersebut terdiam dan merenung, kemudian berkata, “Wahai anak kecil, sesungguhnya mati dan hidupnya anak ayam itu tergantung kamu nak! Karena kalau saya katakan anak ayam ini hidup, maka secepat kilat engkau akan mematahkan leher anak ayam tersebut. Namun jika saya katakan mati, maka engkau akan biarkan anak ayam itu dalam keadaan hidup dan memberikannya kepada saya. Jadi hidup dan matinya anak ayam itu tergantung dirimu nak!” Demikian jawaban orang tua yang bijaksana tersebut.

Kebajikan-kebajikan merupakan kebajikan Kristus sendiri yang harus dimiliki oleh orang yang mengikuti-Nya. Ketika memandang manusia, Yesus Kristus selalu tergerak hati oleh belas kasihan. Dia murah hati, lemah lembut dan rendah hati serta sabar dengan manusia. Percumalah sebagai pengikut Kristus, tetapi hidup jauh dari apa yang diajarkan-Nya. Inilah tanda yang melekat pada orang-orang pilihan Allah.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *