Jumat, 2 Maret 2018 – Renungan Pagi

112 Kali dibaca, Diterbitkan: 2 March 2018        


 

Minggu V Pra Paskah

Jumat, 2 Maret 2018
Renungan Pagi

PELANGGARAN BATAS

Amos 1:3-5
“beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-KU: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi” (ayat 3)

Awas anjing galak, dilarang masuk, dilarang merokok, jangan buang sampah di sini, dilarang melintas, HP dinon-aktifkan, maks. 60 km/jam. Semua itu adalah tanda peringatan yang membatasi tindakan. Semua orang wajib memperhatikan batas-batas itu, sebab batas-batas itu dibuat untuk menjamin hak kita sendiri dan hak orang lain untuk menjalani hidup dalam keselamatan, keamanan, kebersihan, kesehatan dan kenyamanan. Sayangnya seringkali peringatan itu disepelekan. Jadi pelanggar batas itu perlu ditegur atau diberi sanksi.

Betapa manusia menyia-nyiakan kasih dan kesabaran Allah. Berkali-kali Damsyik melanggar batas. Ibu kota Siria, kerajaan Aram yang terbesar itu akan dihukum Tuhan (3). Mereka mengirik Gilead, seperti mencabut gandum dari tangkainya dengan alat pengirik tajam. Kekejaman Hazael, raja bangsa Aram dapat dibaca dalam 2 Raj. 8:12. Allah mendatangkan api penghukuman. Istana dan puri raja-raja Aram dihanguskan (4), pertahanan Damsyik akan ditembus habis (5), rakyat Siria akan ditawan dan diperbudak bangsa asing (5).

Allah menghukum Damsyik, demi menegakkan keadilan. Adil itu berpikir, bersikap, bertindak seharusnya dengan menjalankan kewajiban serta menghormati hak. Tiap orang berhak berjuang demi kesejahteraannya, tapi juga wajib menghormati hak orang lain. Kecenderungan manusia sering fokus pada hak, namun lalai memenuhi kewajiban. Anak hanya menuntut keinginan, tetapi tidak menghormati orang tua, jadi kurang ajar. Orang tua selalu menegur, namun tidak memberi teladan, jadi menyebalkan. Siswa ingin nilai tinggi, tapi malas belajar, jadi pencontek. Orang percaya ingin kaya, tapi malas baca firman dan ibadah, jadi koruptor. Awalnya lupa kewajiban, meningkat jadi pelanggar hak, hingga akhirnya menantang batas kesabaran Tuhan.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *