Jumat, 30 Maret 2018 – Renungan Pagi

100 Kali dibaca, Diterbitkan: 30 March 2018        


 

Minggu I Pra Paskah

Jumat, 30 Maret 2018
Renungan Pagi

MENGAPA SULIT MENGAMPUNI?

Lukas 23:33-43
“Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya” (ayat 34)

Dalam kasus pembunuhan terhadap Mirna oleh Jessica dengan racun Sianida yang dimasukkan dalam minuman, telah membuat keluarga berang. Dalam sebuah konfrensi pers yang dilakukan keluarga Mirna, memohon agar Jessica divonis hukuman mati, karena yakin bahwa Jessicalah pelaku pembunuhan Mirna. Sikap keluarga memang bisa saja demikian, namun ketika kita mengetahui bahwa keluarga tersebut ternyata Kristen, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa ada dendam dan kebencian yang dibiarkan?

Gambaran dalam Lukas 23:33-43 saat-saat Yesus di kayu salib sungguh memilukan. Penampilan Yesus saat itu betul-betul mirip pesakitan dengan kondisi fisik yang begitu buruk dan mengerikan. Ejekan, olok-olok, dan hujatan pun menimpa-Nya secara bertubi-tubi, bahkan salah seorang penjahat yang sebenarnya memang pantas dihukum, tapi ikut juga mengejek Yesus. Ini menunjukkan betapa hebatnya penderitaan Yesus, baik secara fisik maupun batiniah, dan betapa besarnya keberdosaan manusia. Jawaban Yesus terhadap perlakuan itu sungguh di luar dugaan. Yesus justru mengajukan permohonan dalam bentuk doa untuk mereka yang “menyebabkan” Ia disalib dan menderita. Dalam doa-Nya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mreka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34). Pengampunan Tuhan Yesus terhadap yang menganiaya-Nya itu menunjukkan kasih yang besar kepada kita. Kasih yang sejati nampak dalam pengampunan kepada mereka yang membuat-Nya menderita.

Pelajaran yang kita dapatkan dari sikap Yesis mendoakan orang-orang yang menyalibkan dan menyakiti-Nya, bahwa Dia tidak mempunyai kebencian bahkan mengampuni mereka. Dengan demikian Ia menunjukkan kemuliaan-Nya. Sebagai orang percaya hal yang paling sulit kita lakukan adalah memaafkan orang yang sudah menyakiti kita. Kita biasanya berusaha membalas. Mestinya sesuai dengan bagian doa Bapa Kami yang kita ucapkan: “…seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami…”, karena dengan mengampuni sebenarnya kita menyatakan kebenaran dan kebesaran Kristus melalui hidup kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *