Jumat, 4 Mei 2018 – Renungan Malam

62 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 May 2018        


 

Minggu IV Sesudah Paskah

Jumat, 4 Mei 2018
Renungan Malam

TUHAN BELUM MATI

2 Raja-Raja 4:38-41
“Tetapi berkatalah Elisa: “Ambillah tepung!” Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali…” (ayat 41)

Teologi Dog (Death of God, Kematian Tuhan) sempat populer beberapa dekade yang lalu. Bahkan, sebelumnya, Friedrich Nietszche (baca: Nitche) telah memproklamasikan bahwa Tuhan sudah mati. Sejarah mencatat proklamasi ala Nietszche tersebut semakin ditegaskan oleh peristiwa Sho’ah, atau Holocaust di mana Hitler membunuh 6 juta orang Yahudi – dan saat pembunuhan terjadi orang Kristen Jerman (Deutsche Christen) memilih taat kepada Hitler daripada taat kepada Kristus; setuju dan dukung Hitler. Kecuali, sekelompok kecil orang Kristen yang tergabung di dalam Bekennende Kirche (Gereja yang Mengaku) yang memilih taat kepada Kristus dan menolak mendukung dan setuju atas kebiadaban Hitler. Peristiwa Sho’ah mendorong masyarakat modern untuk memandang Tuhan yang diberitakan di mimbar-mimbar gereja adalah Tuhan yang mati. Sebab, di Jerman, mayoritas gereja-gereja saat itu, yang mewartakan Tuhan di mimbar-mimbar setiap minggu, setuju dengan kematian, dan Tuhan tidak hadir di sana di saat kematian merenggut orang-orang Yaudi.

Sebaliknya, perikop ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak mati. Ia ada. Ia hadir. Ia bakerja. Melalui Elisa, sejak awal pasal 4, Tuhan tidak mati menjadi pokok renungan kita. Berbagai kesulitan yang dihadapi oleh nabi-Nya direspon oleh Tuhan. Ia ada. Ia hadir. Ia bekerja. Secara khusus, di perikop ini, kesulitan yang dihadapi adalah maut di kuali.

Dua kontras di atas mengajak kita untuk merenungkan apakah Tuhan masih hidup? Apakah Tuhan bekerja? Mari kita periksa setiap keluarga di jemaat kita. Bagaimana relasi anak dan orang tua? Apakah relasi anak dan orang tua menunjukkan Tuhan hadir? Apakah ada persoalan yang menunjukkan bahwa Tuhan tidak hadir dalam relasi tersebut?

Perikop ini secara tegas menyebutkan bahwa kehadiran Tuhan bercirikan (1) membawa keselamatan; (2) membawa sukacita; dan (3) membawa pemecahan masalah.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *