Kamis 20 Agustus 2020 – Renungan Pagi

30 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 August 2020        


MINGGU Xl SES. PENTAKOSTA


♪  GB. 300 : 1, 2 – Berdoa

Kisah Para Rasul 11 : 1 -10

Keterbukaan Adalah Pintu Dialog

Setiap perselisihan pasti ada sebabnya. Perbedaan pandangan dan prinsip terkadang membuat kita tidak lagi dapat menerima satu sama Iain. Demikianlah yang terjadi di Yerusalem. Rupanya masalah pokoknya bukanlah baptisan, melainkan soal adat istiadat Yahudi. Petrus datang mengunjungi orang non Yahudi dan makan bersama-sama mereka (ay.3). Dialog Ini pasti tidak mudah bagi Petrus. Namun kemudian dia menjelaskan secara terbuka apa Iatar belakang tindakannya itu.

Petrus menjelaskan tentang bagaimana Allah sendiri telah membimbingnya meskipun dia sudah menolak sekuat dayanya. Dari sini kita diingatkan akan kisah Yunus yang diminta Tuhan ke Niniwe. Dapat dibayangkan bahwa hal tersebut tidak mudah bagi Petrus, bila dibandingkan dengan menjelaskan pengajaran kebenaran kepada Kornelius di Kaisarea. Kornelius bersedia menerima dan percaya kepada Tuhan Yesus. Sementara bangsa Yahudi masih terbelenggu oleh tradisi dan adat istiadat. Mereka mengeklaim bahwa hanya tata cara Yahudi yang benar.

Sesulit apapun komunikasinya, Petrus tak gentar. la menjelaskan dengan sabar, membuka komunikasi dalam dialog dua arah yang akhirnya menghasilkan damai dan ketenangan (ay.18). Dari sini kita mempelajari, bahwa keterbukaan berdialog dalam damai dan kejujuran adalah pertanggungjawaban yang jelas dapat dilakukan bagi sesama. Cepat atau lambat, dan apapun kesulitannya, berdialog dengan kesabaran dan kejujuran akan mendatangkan perubahan yang berarti. Dialog tentang Allah yang mengasihi semua orang itu, pertama-tama dilakukan untuk umat Israel, kemudian kepada bangsa-bangsa Iain. Hal itu sesuai dengan apa yang dinubuatkan dan dinanti orang Israel. Hal itu juga telah tergenapi dalam diri Yesus Mesias Anak Allah yang hidup ketika melayani di dunia.

Mari mengembangkan dialog dengan tetangga, rekan kerja, dan persekutuan, yang tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga bela rasa dan kasih yang membangun satu sama Iain. Bolehkah saya bertanya di pagi ini? Di gereja dimana saudara berjemaat, ada berapa keluarga yang ter-PHK atau “dirumahkan” (laid off) karena pandemi covid-19 ini? Saya tidak meminta saudara membantu secara materi, tetapi belajarlah membuka dialog tentang apa dan bagaimana mereka menghadapi situasi ini? Mungkin dari situ ada langkah yang dapat dibuat dalam bentuk pelayanan kasih bersama.


♪ GB. 359 : 1,2

 Doa : (Ya Tuhan, mohon berilah hati yang terbuka untuk memahami kasih-Mu bagi semua orang tanpa bersikeras bahwa kami yang paling benar)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *