Kamis, 23 Agustus 2018 – Renungan Pagi

28 Kali dibaca, Diterbitkan: 23 August 2018        


 

Kamis, 23 Agustus 2018
Renungan Pagi

GB 284 : 1 – Berdoa

TETAPLAH BERBUAT BAIK DAN SETIA

Mazmur 37:1-4
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia (ay.3)

Seorang ibu bertanya kepada saya: “Mengapa orang jahat, curang, penipu tampaknya hidupnya lebih bahagia daripada kita yang berusaha hidup jujur dan baik? Apa saya harus hidup tidak jujur supaya bisa lebih sukses dan kaya?” Pertanyaan ini mungkin sering muncul di pikiran kita. Ada yang hidup bahagia karena kejahatannya, tetapi ada yang menderita karena kebaikannya. Mazmur 37 ini seakan membenarkan ungkapan di atas. Orang berbuat jahat : berjalan dengan baik sedangkan umat Tuhan menderita (band. Maz 10:5 dan Maz. 73:3). Tulisan yang dibuat oleh Daud ini mencoba memberikan dorongan kepada setiap orang yang merasa gusar dan resah karena hidup di tengah orang-orang jahat yang hidupnya lebih bahagia. Hidup yang memang terkesan tidak adil, itu sebabnya pada ayat 1 Daud memperingati untuk “Jangan marah”, dan kalau kita perhatikan pada Mazmur 37 ini, kata “jangan marah” disebutkan sebanyak 3 kali (ay. 1, 7, 8). lni merupakan penegasan bahwa tidak perlu membuang tenaga untuk marah, iri hati (ay. 1) kepada yang jahat dan curang.

Metafora rumput dan tumbuh-tumbuhan (ay.2) digunakan Daud untuk menggambarkan waktu si jahat yang tidak lama. Rumput dan tumbuhan yang mekar pada pagi hari akan layu pada malam hari. Hidup yang sementara dan pada waktunya akan selesai. Bacaan ini memberikan pilihan kepada pembaca, daripada membuang tenaga untuk marah dan iri hati pada orang lain yang bahagia karena kejahatannya, ada baiknya kita membenahi diri agar lebih baik, berlaku setia, percaya kepada TUHAN dan apa yang akan diperbuatnya pada kita (ay. 3-4).

Mengawali pagi ini dengan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah tutup mata pada apa yang diperbuat manusia. Ia adalah Tuhan yang adil, yang pada waktu-Nya akan menunjukan keadilannya pada orang-orang yang tidak berkenan kepada Tuhan. Pilihan kita saat ini adalah bagaimana mendorong diri sendiri untuk terus berlaku setia kepada Tuhan dan tetap melakukan kebaikan, jangan tergoda pada yang tidak baik karena hal itu hanya menggiurkan sesaat.

GB. 284 : 2
Doa : (Tolonglah agar kami tidak marah dan iri hati terhadap yang jahat, melainkan kami terus berupaya berbuat baik dan setia pada-Mu Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *