Kamis, 28 Desember 2017 – Renungan Pagi

133 Kali dibaca, Diterbitkan: 26 December 2017        


 

MINGGU ADVEN IV
KAMIS, 28 DESEMBER 2017

Renungan Pagi

DARI SEMULA TELAH KAU TETAPKAN

Ulangan 5:1-5
“TUHAN, Allah kita, telah mengikat perjanjian dengan kita…” (ay.2)

“Dari semula t’lah ‘Kau tetapkan hidupku dalam tangan-Mu, dalam rencana-Mu, Tuhan. Rencana indah t’lah ‘Kau tetapkan bagi masa depanku yang penuh harapan. S’mua baik… ‘Kau perbuat di dalam hidupku… Kau jadikan hidupku berarti”. Syair lagu karya Budi Haryanto dan Tommy Widodo, 1991 yang populer dikenal berjudul ‘S’mua Baik’ ini telah didokumentasikan dalam Buku Nyanyian Ibadah Gita Bakti 225. Hanya sebait dengan tambahan refrain, tetapi mendalam mengunyah realitas perjalanan iman orang percaya memaknai hari-hari hidup bersama Allah.

Israel hendak melangkah memasuki zona Tanah Terjanji. Bangsa ini telah belajar hidup oleh janji dan pemenuhan-Nya. Sebagai umat Allah mereka juga harus menjawab kesetiaan itu kala berkerinduan mendiami dan memiliki Negeri yang telah dijanjikan Allah terhadap moyang mereka. Dalam bingkai kesetiaan, segala ketetapan dan peraturan yang telah didengar disimpul kuat dengan niat dalam laku hidup yang menandakan hubungan berkelanjutan dengan Allah yang kini telah menghantar kaki mereka berdiri di seberang Yordan untuk memasuki Tanah Terjanji. Allah telah menetapkan sejak semula bahwa kepemilikan Tanah Terjanji bagi umat-Nya yang setia adalah dinamika belajar untuk menerjemahkan janji rencana-Nya itu angkatan demi angkatan sejak leluhur mereka. Hanya angkatan dan generasi yang siap menjawab kesetiaan, yang akan mendiami tanah yang baru.

Di pagi ini, di hari-hari penghujung Tahun 2017, kita akan selalu belajar setia untuk mewarisi hari esok yang lebih baik dalam rangkuman rahmat Allah. Bahwa IA yang menjanjikannya adalah setia telah menetapkan sejak semula bagi anak-anak-Nya kesetiaan yang tak berkesudahan. Mari awali hari ini dengan menambah sebait lagi madah pujian Gita Bakti 225 sebagai doa syukur dan permohonan kita dengan bersenandung: “Di saat ini t’lah Kau sediakan kasih karunia-Mu dalam rentangan asaku. ‘Tuk hari esok yang s’lalu baru akan ‘ku sambut rahmat-Mu terindah bagiku. S’mua baik, s’mua baik apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku…”.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *