KAMIS, 4 OKTOBER 2018 – Renungan Malam

19 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 October 2018        


 

KJ.64 : 1 – Berdoa

NIAT JAHAT DI BALIK IBADAH

2 Samuel 15:7-9
“….Izinkanlah aku pergi, supaya di Hebron aku bayar nazarku, yang telah kuikrarkan kepada Tuhan ….. maka aku akan beribadah kepada Tuhan “(ay.7-8)

Absalom tidak sabar untuk menunggu sampai ayahnya, Raja Daud meninggal dunia. Empat tahun berlalu, bagi Absalom sudah cukup lama. Karena itu ia segera bergerak dengan menggunakan siasat yang jitu yaitu menggunakan ibadah untuk tujuan politiknya, menggantikan Daud jadi raja.

Absalom memohon izin kepada Daud untuk pergi ke Hebron (tempat dengan alasan seperti di tulis dalam ayat 7-8. Absalom dalam 2 Samuel 13:37-38 disebutkan telah melarikan diri ke Gesur dan tinggal 3 tahun lamanya. Ia melarikan diri dari Yerusalem karena telah membunuh saudara tirinya Amnon yang telah memperkosa adik kandungnya Tamar. (Lihat, Pasal 13: 22,28-29). Absalom kembali lagi Yerusalem melalui upaya Yoab keponakan Daud yang membujuk Daud agar menerima Absalom kembali (2 Samuel 14). Saat di Gesur itulah Absalom melakukan Nazar kepada Tuhan bahwa bila dirinya bisa pulang ke Yerusalem ia akan beribadah kepada Tuhan. Namun pertanyaannya adalah, mengapa setelah 4 tahun kembali ke Yerusalem, Absalom baru akan melaksanakan nazarnya itu? Nampaknya, permohonannya kepada Daud untuk beribadah ke Hebron itu hanya kedok saja untuk maksud diluar ibadah yaitu menggalang kekuatan politis. Karena Absalom pandai berbicara dan mampu meyakinkan ayahnya dengan alasan ibadah maka Raja Daud percaya serta mengizinkannya berangkat menuju Hebron.

Belajar dari sikap Absalom di atas, kita diajak untuk meneliti ibadah-ibadah ritual kita, apakah murni dan tulus atau sudah dicemari oleh motif-motif lain. Ibadah-ibadah yang kita lakukan itu adalah sebagai ungkapan syukur kita kepada Tuhan Yesus yang sudah mengasihi dan menyelamatkan kita. Karena itu janganlah kita seperti Absalom yang menggunakan ibadah untuk rencana yang tidak baik. Sebagai pengikut Kristus, marilah kita bertekad untuk memelihara dan menjaga motivasi beribadah kita agar tetap tulus dan murni.

KJ.64:2
Doa : (Ya Tuhan Yesus, mampukan kami untuk menghayati makna ibadah dengan benar, agar ibadah kami berkenan kepada-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *