Kamis, 5 April 2018 – Renungan Malam

87 Kali dibaca, Diterbitkan: 5 April 2018        


 

Minggu Paskah

Kamis, 5 April 2018
Renungan Malam

APA YANG BAIK AKAN TETAP HIDUP

2 Raja-Raja 23 : 15 – 23
Ia berkata: “Apakah tanda keramat yang kulihat ini?” Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: “Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini!” (ay.17)

Antony de Mello dalam satu bukunya membuat suatu pembelajaran tentang apa yang orang pikirkan mengenai kita saat telah tiada. De Mello mengajak kita membayangkan saat kita ada dalam peti mati kita sendiri. Apakah yang dikatakan orang tentang kita setelah kita meninggal dunia? Tentu kita berharap mereka mengatakan hal-hal yang baik dan bukan sebaliknya.
Demikian juga ketika berziarah ke makam seseorang yang kita kasihi. Yang paling kita ingat bukan bagaimana ia berbicara, berpa-kaian atau berperilaku melainkan tindakan yang paling berkesan yang pernah ia buat semasa hidupnya dan menjadi sesuatu yang tak tergantikan apalagi terlupakan. Dalam bacaan kita, ketika raja Yosia menemukan kuburan para abdi Allah dan para nabi yang telah menyerukan pertobatan bagi Israel. Sebagai Raja yang dipenuhi roh, Yosia sontak menyuruh orang-orang untuk tidak menganggu kuburan mereka sebagai tanda hormatnya. Dua ratus tahun telah berlalu, nubuatan tentang salah seorang keturunan Daud yang akan mereformasi Israel dan peribadahannya yang diserukan oleh para abdi Allah dan nabi-nabi akhirnya terwujud. Harapan para abdi Allah akan adanya pembaruan Israel dapat digenapi dalam kepemimpinan raja Yosia.
Makna bacaan hari ini mengajak kita merenungkan satu hal bahwa teladan atau hal-hal yang baik yang ditinggalkan manusia tidak akan pernah mati. Pada waktunya semua akan terkuak dan tetap menginspirasi mereka yang masih hidup. Sebelum menutup hari dalam perenungan kita, sudahkah kita jalani kehidupan kita ini dalam kebenaran Tuhan? Kita berharap kelak jejak langkah yang kita tinggalkan bukan hanya diingat tetapi dapat dilanjutkan oleh semua orang yang telah merasakan kehadiran kita semasa hidup yang dianugerahkan Allah.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *