MINGGU, 10 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

65 Kali dibaca, Diterbitkan: 10 February 2019        


 

HARI MINGGU V SESUDAH EPIFANIA

GB 309 : 1 – Berdoa

BERBUAT BAIKLAH KEPADA SESAMA, SUPAYA HIDUPMU KEKAL

Lukas 10 : 25-34
Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. (ay 34)

Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Menolong orang yang sedang mengalami kemalangan merupakan perbuatan baik yang layak dipuji. Tetapi masih banyak orang yang tidak mau peduli. Alasannya klasik, toh dia bukan siapa siapa aku. Padahal orang yang tak berdaya itu sebenarnya adalah sesamaku.

Seorang ahli taurat mencobai Yesus dengan bertanya: “Bagaimana cara memperoleh hidup kekal?” Yesus menjawab dengan balik bertanya “Apa yang tertulis dan engkau baca didalam kitab Taurat?” (ay 25,26). Ahli Taurat itu menjawab: “Kasihilah …” (27). Yesus membenarkan jawabannya. Tetapi Iapun tahu, bahwa pandangan tentang sesama yang dimaksud ahli Taurat adalah orang yang sama suku dan agamanya atau seidentitas. Yesus ingin memperbaiki pandangan yang salah itu. Lalu memberikan pengajaran melalui perumpamaan. Kata-Nya, ada seorang yang tergeletak tak berdaya setelah dipukuli dan dirampok ditengah perjalanan dari Yerusalem ke Yeriko (ay.30). Kemudian dua orang rohaniawan melewati jalan itu. Tetapi mereka tidak menolongnya, karena mungkin takut mendatangkan kenajisan atau takut terkena resiko yang sama.

Selain mereka, lewat pula seorang Samaria. Ia menghampiri orang itu dan menolongnya dengan sepenuh hati. Risiko dan kerugian tidak lagi menjadi alasan untuk dia mendekati dan berbagi belas kasih.

Penderitaan manusia sebagai akibat kejahatan dan ketamakan sesamanya, bisa terjadi kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun GPIB yang Tuhan tempatkan ditengah masyarakat Indonesia yang multi etnik dan agama, terpanggil untuk peduli dan mau memberi hati dan materi kepada sesama yang menderita, tanpa harus mempertimbangkan perbedaan yang ada. Tuhan menolong setiap orang tanpa membatasi, siapa orang itu. Kitapun diminta melakukan hal yang sama.

GB 369 : 2
Doa: (Ya Tuhan, celikkanlah mata kami, supaya dapat melihat dan menjadi penolong-Mu melalui kehadiran sesama kami yang tengah menderita)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *