MINGGU, 14 JULI 2019 – Renungan Pagi

40 Kali dibaca, Diterbitkan: 14 July 2019        


 

HARI MINGGU IV SESUDAH PENTAKOSTA

PERJAMUAN KUDUS

GB. 27:1-2 -cBerdoa

WARISAN PALING BERHARGA

Ulangan 1:1-8
Ketahuilah, Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub untuk memberikanya kepada mereka dan kepada keturunannya. (ay.8)

Regenerasi merupakan bagian dari hidup manusia. Itulah yang dialami oleh bangsa Israel. Generasi pertama telah tiada. Kini muncul generasi baru yang lahir di padang gurun, yakni generasi yang siap masuk ke tanah Kanaan. Oleh sebab itu, sebelum hari-hari Musa berakhir, Musa kembali menguraikan Hukum Taurat agar mereka tidak hidup sama seperti generasi sebelumnya yang memberontak terhadap Tuhan saat mengalami kesusahan di padang gurun. Musa mendorong umat hidup seturut aturan Tuhan, serta menjaga ikatan perjanjian yang telah Tuhan ikat bersama nenek moyang mereka dahulu kala. Musa mengingatkan umat tentang perintah sekaligus janji Tuhan untuk pergi ke gunung Amori dan sekitar Araba Yordan.

Sebagai pemimpin rohani, Musa sadar bahwa ketika menduduki tanah Kanaan, umat akan mengalami kesulitan karena mereka harus berhadapan dengan orang Amori yang tinggi besar dan punya kekuatan yang besar. Musa mengajak mereka untuk mengetahui bahwa Tuhan sendirilah yang sudah menyerahkan tanah itu menjadi milik mereka. Kalau Tuhan yang sudah menetapkan, maka tak ada manusia yang bisa menghalanginya. Jika 40 tahun lalu Tuhan menuntun Israel melewati padang gurun, maka kini pun Tuhan dapat menolong mereka memasuki tanah Perjanjian.

Pergantian generasi adalah fakta yang tidak bisa ditolak. Generasi kita akan terganti oleh generasi anak-cucu kita. Kita punya tanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur yang telah kita anut sampai sekarang ini. Mencintai Tuhan merupakan salah satu nilai luhur yang perlu kita wariskan bagi anak-cucu kita. Ketika kita
mencintai Tuhan, maka kitapun berjuang untuk mencintai kehidupan yang ada lewat kerja keras. Selamat mencintai Tuhan, selamat mewariskan nilai-nilai cinta itu pada anak-cucu kita.

GB 27:3,4
Doa : (Tolong kami untuk mengajarkan firman-Mu kepada anak dan cucu kami sehingga mereka teguh dalam percaya kepada Tuhan Yesus selamanya)
MINGGU, 14 JULI 2019 – Renungan Pagi
PERJAMUAN KUDUS HDS
GB. 27:1-2 -cBerdoa
WARISAN PALING BERHARGA

Ulangan 1:1-8
Ketahuilah, Aku telah menyerahkan negeri itu kepadamu; masukilah, dudukilah negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub untuk memberikanya kepada mereka dan kepada keturunannya. (ay.8)

Regenerasi merupakan bagian dari hidup manusia. Itulah yang dialami oleh bangsa Israel. Generasi pertama telah tiada. Kini muncul generasi baru yang lahir di padang gurun, yakni generasi yang siap masuk ke tanah Kanaan. Oleh sebab itu, sebelum hari-hari Musa berakhir, Musa kembali menguraikan Hukum Taurat agar mereka tidak hidup sama seperti generasi sebelumnya yang memberontak terhadap Tuhan saat mengalami kesusahan di padang gurun. Musa mendorong umat hidup seturut aturan Tuhan, serta menjaga ikatan perjanjian yang telah Tuhan ikat bersama nenek moyang mereka dahulu kala. Musa mengingatkan umat tentang perintah sekaligus janji Tuhan untuk pergi ke gunung Amori dan sekitar Araba Yordan.

Sebagai pemimpin rohani, Musa sadar bahwa ketika menduduki tanah Kanaan, umat akan mengalami kesulitan karena mereka harus berhadapan dengan orang Amori yang tinggi besar dan punya kekuatan yang besar. Musa mengajak mereka untuk mengetahui bahwa Tuhan sendirilah yang sudah menyerahkan tanah itu menjadi milik mereka. Kalau Tuhan yang sudah menetapkan, maka tak ada manusia yang bisa menghalanginya. Jika 40 tahun lalu Tuhan menuntun Israel melewati padang gurun, maka kini pun Tuhan dapat menolong mereka memasuki tanah Perjanjian.

Pergantian generasi adalah fakta yang tidak bisa ditolak. Generasi kita akan terganti oleh generasi anak-cucu kita. Kita punya tanggung jawab mewariskan nilai-nilai luhur yang telah kita anut sampai sekarang ini. Mencintai Tuhan merupakan salah satu nilai luhur yang perlu kita wariskan bagi anak-cucu kita. Ketika kita mencintai Tuhan, maka kitapun berjuang untuk mencintai kehidupan yang ada lewat kerja keras. Selamat mencintai Tuhan, selamat mewariskan nilai-nilai cinta itu pada anak-cucu kita.

GB 27:3,4
Doa : (Tolong kami untuk mengajarkan firman-Mu kepada anak dan cucu kami sehingga mereka teguh dalam percaya kepada Tuhan Yesus selamanya)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *