Minggu, 21 Januari 2018 – Renungan Pagi

138 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 January 2018        


 

Minggu III Sesudah Epifania

Minggu, 21 Januari 2018
Renungan Pagi

TUHAN PELINDUNG KITA

MAZMUR 11
“Pada TUHAN aku berlindung…” (ay.1a)

Berada dalam situasi yang penuh ancaman dan bahaya seringkali membuat kita sadar betapa berartinya perlindungan dan pertolongan Tuhan. Tanpa Tuhan, hidup kita sudah lama celaka dan binasa! Demikianlah isi nyanyian Daud dalam Mazmur 11 yang kita renungkan pagi ini. Daud bersaksi bahwa banyak orang menginginkan kehancuran, bahkan kematiannya. Mereka mempersiapkan busur dan panah, serta memanah di tempat gelap (ayat 2). Dengan kata lain, musuh-musuh Daud tidak hanya kuat dan tangguh, melainkan juga licik dan cerdik. Kejahatan mereka tidak mudah diduga apalagi dicegah. Menghadapi semua itu, Daud yang notabene adalah raja Israel dengan segudang pengalaman dan sejumlah besar pendukung setia memilih untuk tidak mengandalkan diri sendiri. Sebaliknya, ia berlindung pada kuasa dan kasih Tuhan. Bagi Daud, baik takhta dan kuasa maupun uang dan senjata tidak dapat menyelamatkan nyawanya. Hanya Tuhanlah satu-satunya Pelindung yang ia percaya. Kepada-Nya-lah Daud bersandar dan merasa tenang kendati di tengah tantangan dan pergumulan yang berat. Pengalaman pribadinya telah mengajarkan Daud bahwa Tuhan peduli kepada orang-orang benar (ayat 5, 7). Tidak akan dibiarkannya mereka tertindas untuk selama-lamanya. Pada akhirnya, Tuhan sendiri akan membalas orang fasik setimpal dengan kejahatannya (ayat 6). Belajar dari sikap Daud yang mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, marilah kita jalani hari ini dengan sikap tenang dan berani. Selesaikanlah setiap tugas dan hadapilah setiap tantangan. Tidak usah gentar oleh apapun juga, termasuk terhadap mereka yang menyimpan benci dan dendam kepada kita. Percayalah, Tuhan melindungi kita, anak-anak-Nya, yang hidup di dalam kebenaran dan mencintai keadilan. Selamat beribadah kepada Tuhan, Sang Pelindung dan Penolong kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *