Rabu, 11 April 2018 – Renungan Pagi

48 Kali dibaca, Diterbitkan: 11 April 2018        


 

Minggu I Sesudah Paskah

Rabu, 11 April 2018
Renungan Pagi

RUMAH BAPA SORGAWI

Yohanes 14 : 1 – 14
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu
(ay.2)

Peristiwa perpisahan dengan orang terkasih merupakan momen mengharukan yang dapat menguras air mata. Senang atau tidak, hal demikian harus dihadapi sebagai kenyataan yang sangat emosional. Kata-kata sering tidak cukup melukiskan kehilangan yang mendalam khususnya saat kematian datang pada waktunya. Sepatutnya memang tiap-tiap orang dilengkapi dengan pemahaman yang baik bagaimana menghadapi peristiwa kematian itu.
Tuhan Yesus mempercakapkan secara terbuka saat kema-tian-Nya kelak. Kematian Tuhan Yesus bukan sebagaimana kematian para pahlawan bangsa yang dengan heroik mati karena melawan musuh negara. Tidak seperti itu! Kematian Yesus adalah kematian dalam rangka penebusan dosa manusia agar manusia tidak menerima murka Allah yang menyala-nyala dan hidup bahagia dalam Kerajaan Sorga. Masa depan mereka bukan masa depan yang suram dan menakutkan. Tuhan Yesus menjamin bahwa masa depan mereka bersama-Nya dalam Kerajaan Sorga. Kepastian keselamatan itu diberikan sebab Tuhan Yesus menjadi jaminan satu-satunya. Hidup bersama di Rumah Bapa Sorgawi adalah kebenaran iman yang mutlak dan tidak perlu diragukan. Kehidupan bersama dengan Tuhan Yesus tidak berhenti dalam dunia fana, tetapi terus berlanjut dalam kekekalan bersama Allah yang menye-diakan tempat bagi banyak orang yang percaya dan mengasihi Tuhan Yesus.
Setiap hari yang kita jalani adalah pemberian Tuhan yang perlu disyukuri dengan segala suka dan dukanya. Ketika datang keberhasilan, kita bersukacita dengan banyak saudara kita. Ketika berita duka datang, kita turut menangis dengan saudara kita yang menangis. Hanya dalam percaya kepada Tuhan Yesus, dukacita kita bukan lagi dukacita yang menyakitkan, tetapi dukacita yang penuh pengharapan akan janji Tuhan Yesus. Kita terima kebenaran firman Tuhan dengan rendah hati dan percaya bahwa pemeliharaan Tuhan senantiasa menyertai kaum keluarga yang dalam suka dan duka kehidupan.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *