RABU, 19 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

45 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 September 2018        


 

GB.227 : 1 – Berdoa

SOK TAHU ITU BENTUK KESOMBONGAN

Yeremia 13:15-17
“Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman”(ay.15)

Penduduk Yehuda telah diperingatkan oleh Yeremia bahwa mereka tidak memandang Tuhan sebagai Allah mereka; malah tetap memilih dewa-dewa yang berasal dari benda-benda mati. Padahal mereka telah merasakan sendiri tindakan penghukuman Tuhan yaitu membuang sebagian dari penduduk Yerusalem ke Babel. Dalam peringatan tersebut, Yeremia masih mengingatkan Yehuda untuk memuliakan Tuhan sebelum kehancuran dan kematian menghampiri mereka.

Mungkin mereka tidak mau mendengar Yeremia karena dia adalah keturunan imam yang tinggal di Anatot. Imam-imam dari Anatot adalah keturunan imam Abyatar. Imam Abyatar diusir oleh Raja Salomo ke Anatot karena mendukung Adonia sebagai raja pengganti Daud (1 Raj.2:26). Sejak saat itu Abyatar dan keturunannya kurang mendapat perhatian untuk melayani di Bait Allah.

Kita sering mendapat peringatan dari siapa pun. Namun, kita sering juga tidak mau mendengarkan peringatan itu karena sikap sok tahu kita. Masalahnya, kita kadang-kadang tidak  menyadari dan memang tidak mau – bahwa itu adalah sikap sok tahu. Karena tidak mau dianggap sok tahu, kita malah mengatakan, “Menurut pengalaman saya, begini, tahu?”

Bisa jadi kita sama sekali tidak mau rnendengar jika yang mengingatkan itu – menurut kita – berada di bawah level kita; bukan yang layak didengarkan.

Sikap sok tahu ditambah perkataan ‘menurut pengalaman saya‘ tidak jarang justru mengantar kita pada kesulitan atau malah kehancuran. Sikap sok tahu menunjukkan bahwa seseorang tidak mau memperhitungkan kemungkinan adanya perubahan karena berbagai hambatan. Dia merasa semua berjalan seperti keinginannya. Di sinilah kesombongannya; tidak ingat, ya, kalau Tuhan bisa saja membuat semua yang terang benderang di pikiran kita malah manjadi sangat gelap gulita ?

GB.227:2
Doa : (Tuhan, ajarlah kami lebih peka, jika kami sebenarnya sedang bersikap sok tahu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *