Rabu, 20 Desember 2017 – Renungan Pagi

98 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 December 2017        


 

MINGGU ADVEN III
RABU, 20 DESEMBER 2017

Renungan Pagi

JANGAN TOLAK KASIH TUHAN

Yesaya 65:1-5
“Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku…” (ay.2)

Bacaan pagi ini merupakan jawaban Tuhan terhadap keluhan yang diutarakan umat Israel kepada Tuhan Allah. Mereka mengeluh bahwa keadaan mereka tidak pernah diperhatikan Allah dan doa mereka tidak didengar Tuhan Allah (ps. 63:19), juga mereka mengatakan dengan rasa kecewa bahwa tidak ada lagi yang mau memanggil nama Tuhan dan berpegang kepada Tuhan Allah. Mereka mencari pertolongan kepada kuasa lain. Alasan mereka adalah Tuhan menyembunyikan wajah-Nya terhadap umat dan menyerahkan mereka kepada kekuasaan dosa kami (ps. 64:7). Karena merasa tidak dipedulikan Allah, mereka memberontak terhadap Allah. Mereka menuduh Allah tidak peduli dan tidak lagi melindungi mereka. Suara dan panggilan Tuhan tidak lagi mereka dengarkan dan taati. Mereka ceburkan diri kepada penyembahan yang dilarang Tuhan. Yang sangat menyedihkan lagi, ketika mereka menjauh dan menolak petunjuk dan uluran tangan Tuhan, mereka menganggap bahwa mereka lebih kudus dan lebih benar dari Tuhan Allah.

Perilaku Israel itu menyakitkan hati Tuhan dan menyedihkan hati Tuhan (ps. 65:3). Walaupun mereka memberontak dan menempuh jalan yang tidak baik serta mengikuti rancangan hatinya sendiri, Tuhan tetap mengulurkan tangan-Nya kepada mereka. Ternyata mereka tetap memberontak. Petunjuk Tuhan itu diabaikan umat pilihan-Nya, diterima oleh orang yang sebelumnya tidak percaya Tuhan. Kepada mereka Allah berkenan dan Allah menuntunnya. Kasih Tuhan ditolak oleh umat-Nya, dinikmati oleh mereka yang mencari Tuhan.

Saudaraku, pada Minggu Adven III kita syukuri kasih Tuhan yang dilimpahkan kepad akita dan uluran tangan-Nya yang selalu menuntun kita. Walaupun ada keluhan karena tantangan hidup yang kita masing-masing hadapi mari kita tidak meninggalkan Tuhan, jangan tolak kasih-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *