RABU, 21 NOVEMBER 2018 – Renungan Malam

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 November 2018        


 

MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA

KJ.32 : 1,2 -Berdoa

PERTOBATAN KOMUNAL

Yoel 2 : 16 – 17
“…kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah…” (ay.16)

Dalam perikop ini, Allah meminta pertobatan yang dilakukan dengan cara yaitu : Pertama, seluruh bangsa harus hadir mulai dari anak menyusui hingga orang tua. Semua harus meninggalkan kerjanya bahkan para pengantenpun harus menghadap Allah. Kedua, bangsa ini harus dikuduskan atau tahir. Yang berarti mereka harus kudus ketika menghadap Tuhan. Ketiga, para imam, harus menangis menyampaikan permohonan pengampunan kepada Tuhan.

Pertobatan adalah pergumulan bangsa Israel. Allah bukan hanya meminta kehadiran dari anak yang menyusui sampai pada orang dewasa dengan pengakuan mereka. Allah bukan hanya meminta tangisan para imam dan pelayan Tuhan tetapi juga seluruh jemaah dengan kekudusan mereka. Jelas pertobatan umat bukan sebagai sesuatu yang sekunder atau sampingan, melainkan yang utama dan mendesak sebab semua orang harus meninggalkan aktifitas mereka untuk terlibat bersama dalam pengakuan tobat umat.

Dalam banyak pergumulan khususnya pergumulan dalam persekutuan, pertobatan komunal atau penobatan yang sungguh-sungguh sebagai suatu persekutuan adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi. Mengapa? Karena pertobatan sepertinya hanya menjadi tuntutan sepihak. Selalu ada tuntutan penobatan dari para imam atau pelayan yang meminta jemaat bertobat. Demikian pula sebaliknya, jemaat meminta para pelayan yang bertobat.

Pertobatan bangsa Israel dalam perikop ini bahwa Allah meminta bangsa Israel bertobat bersama, suatu pertobatan masal. Pertobatan masal ini penting agar mereka sebagai milik Tuhan, tidak menjadi cela dan sindiran bagi bangsa lain yang tidak mengenal Allah. Mari bertobat bersama agar persekutuan kita tidak menjadi cela dan sindiran bagi orang lain.

KJ.32 : 3,4
Doa : (Jadikan pertobatan kami sebagai persekutuan untuk menghindarkan kami sebagai cela dan sindiran bagi Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *