Rabu, 25 April 2018 – Renungan Pagi

101 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 April 2018        


 

Minggu III Sesudah Paskah

Rabu, 25 April 2018
Renungan Pagi

DIPANGGIL HIDUP DALAM KASIH

1 Yohanes 3 : 11 -15
“…yaltu bahwa kita harus saling mengasihI” (ay.11)

Inti ajaran Kristen adalah hidup didalam kasih. Ajaran ini merupakan ajaran yang didasarkan pada karya Kristus yang telah memper-sembahkan hidup-Nya untuk keselamatan umat manusia. Karya Kristus adalah karya kasih (bnd. I Yoh 3:16). Karena kasih-Nya kepada manusia, la rela mengorbankan hidup-Nya. Mereka yang percaya kepada-Nya diangkat menjadi anak-anak-Nya (bnd.Yoh 1:12), menjadi anak-Nya berarti menjadi milik-Nya, dan menjadi pengikutNya (murid-Nya), sebagai pengikut Yesus kita dipanggll hidup sesuai dengan ajaran-Nya yakni hidup didalam kasih dengan saling mengasihi. Yang namanya Kristen warga gereja, “sidi jemaat” (yang telah mengaku Iman), orang percaya (orang beriman), harus hidup di-dalam kasih dan saling mengasihi. Kasih dan hidup saling me-ngasihi harus menjadi “karakter”,”warna”, “identitas”,”ciri” kehidupan kristiani. Jika seseorang yang menyebut dirinya Kristen, Sidi jemaat, murid Yesus, pelayan Tuhan belum hidup didalam kasih, diragukan kekristenannya. Hidup yang demikian adalah suatu “kebohongan hidup kristiani” (1Yoh 1:8). Dikatakan demikian, karena orang yang hidup didalam kasih, telah berpindah dari maut (hidup yang gelap, tanpa kasih), kepada hidup (hidup dalam terang dan hidup melimpah dengan kasih kepada sesama) (ay.14). Pembaca-an kita mengatakan: “jangan seperti Kain yang membunuh adiknya Habel”. Yang dilakukan oleh Kain bukanlah tindakan yang ber-dasarkan kasih melainkan suatu tindakan berdasarkan kejahatan. Karena apa yang diperbuat oleh Kain berasal dari si jahat. Lebih dalam,Yesus dalam injil Matius 5: 21, 22 mengatakan : “seseorang yang melakukan tindakan kasar yang melukai hati se-sama seperti marah, menghina orang lain dengan berkata “kafirr, “jahil”, perbuatan mereka sama dengan perbuatan Kain. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh. De-ngan demikian semua yang tidak berlandaskan kasih adalah jahat. Ditengah dunia yang sarat dengan berbagai kejahatan, dunia yang telah kehilangan kasih, sebagai anak-anak-Nya, sebagai milik-Nya, sebagai pengikut-Nya, mari hidup dalam kasih dan saling mengasihi.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *