RABU, 9 JANUARI 2019 – Renungan Malam

38 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 January 2019        


 

MINGGU EPIFANIA

GB.69:1 – Berdoa

KONEKSI DAN KOREKSI

Yesaya 63:15-19
….nama-Mu ialah “Penebus kami” Sejak dahulu kala (ay.16)

Tindakan dosa benar-benar menjadi pemisah antara Yang Maha kudus menghendaki umat hidup kudus namun kenyataannya umat tidak hidup dalam kekudusan. Umat datang pada Allah, memohon agar Allah tetap menjadi Bapa yang setia memperhatikan anak-anak-Nya dan mengasihi anak-anak-Nya. Umat sadar, akibat ulah dan dosa membuat mereka seperti tidak terhubung dengan Allah.

Umat sedang berada di situasi keterasingan yang sangat dalam. Di tengah kondisi seperti itu, umat seharusnya benar-benar mengkoreksi diri mereka. Betapa mereka telah menyia-nyiakan kasih Allah, lalu membangun kembali hubungan yang baik dan benar dengan Allah.

Permohonan mereka timbul di negeri yang sudah hancur dan umat sama sekali tidak punya masa depan. Yesaya yang berdoa bagi bangsanya. digambarkan seperti seorang anak yang memohon kapada Bapanya. Umat sadar bahwa bapa leluhur mereka Abraham telah tiada. Kini satu-satu nya Bapa mereka adalah Allah sendiri.

Allah menebus dan menyelamatkan mereka. Kini mereka datang pada Allah dalam permohonan doa agar mengasihani mereka seperti dulu dan mengalahkan musuh mereka. Dari berita firman hari ini kita belajar, Allah mengerti kesesakan hidup umat akibat dosa. Allah mau umat bertobat dan hidup dalam kekudusan-Nya. Hubungan Allah pulihkan ketika umat bersedia mengkoreksi diri. Bukankah telah banyak dosa dan pelanggaran yang membuat kita terasing di hadapan Allah? Namun Allah yang penuh kasih itu datang dalam Yesus Krlstus. Jadi jangan biarkan diri kita terasing dari-Nya. Buatlah diri kita tetap terhubung dengan-Nya melalui doa serta pembacaan firman dan perenungannya. Tetap setia beribadah di gereja Tuhan serta persekutuan ibadah yang ada baik ibadah keluarga di sektor maupun ibadah-ibadah kategorial dalam jemaat Tuhan.

GB 69 : 2
Doa : (Tolong kami untuk selalu hidup dalam kebenaran firman-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *