SABTU, 01 DESEMBER 2018 – Renungan Pagi

9 Kali dibaca, Diterbitkan: 1 December 2018        


MINGGU XXVII SESUDAH PENTAKOSTA

GB.325 : 1 “Tenang dan Sabarlah” – Berdoa

SABAR DALAM KETEKUNAN INJIL

2 Timotius 2 : 8–13
“Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal” (ay.9-10)

Paulus mengalami penderitaan, seperti seorang penjahat karena tugasnya sebagai pemberita Injil. Semuanya ditanggung dengan penuh kesabaran. Hal yang sama Paulus nasihatkan kepada Timotius untuk turut ambil bagian dalam penderitaan karena Kristus. Paulus mengatakan hal ini karena terinspirasi dari keteladanan Yesus Kristus yang setia pada Bapa. Yesus Tuhan kita, ditolak oleh keluarganya, orang-orang sekotanya, juga para pemimpin agama. Ia datang ke dalam dunia untuk membawa terang hidup, tetapi dunia malah menyalibkan Dia (band. Yoh. 1:1). Akhirnya, penderitaan-Nya berakhir dengan kemenangan yang mulia.

Sabar adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kemampuan seseorang dalam mengendalikan gejolak diri dan tetap bertahan dalam menghadapi berbagai masalah dan godaan. Memang mengendalikan dan mendisplinkan diri lebih sulit daripada mengendalikan atau mendisplinkan diri orang lain. Ketika kita dapat mengendalikan atau mendisiplinkan diri dengan baik, maka dengan mudah kita dapat mengajak orang lain juga untuk mengendalikan atau mendisplinkan diri.

Berita tentang Yesus Kristus menjadi dasar untuk sabar dan bertekun dalam kehidupan beriman dan pelayanan. Kematian dan kebangkitan-Nya menjadi pola untuk pertobatan, ketekunan, dan kesetiaan, serta penguatan ketika kita menghadapi kegagalan. Jadi, mengingat Kristus adalah kunci untuk menjadi pelayan dan warga jemaat yang baik. Selalu melibatkan Tuhan Yesus dalam seluruh kegiatan yang kita lakukan baik di dalam keluarga, di tengah persekutuan maupun saat kita hadir di ruang publik. Tentu hal demikian membutuhkan kedisplinan rohani yang baik dengan cara menghayati firman Tuhan, disiplin dalam doa serta komitmen melayani jemaat Tuhan sesuai karunia yang sudah dipercayakan Allah bagi kita. Penderitaan yang kita tanggung demi nama Yesus, tidak sebanding dengan kehidupan kekal yang dijanjikan-Nya.

GB.352 : 2 “Tenang dan Sabarlah”

Doa : (Ya Allah dan Bapa kami, bila gelombang menerpa hidupku, b’rilah ketenangan dan kesabaran membiarkan Tuhan yang beracara)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *