Sabtu, 17 Februari 2018 – Renungan Malam

100 Kali dibaca, Diterbitkan: 17 February 2018        


 

Minggu VI Sesudah Epifania

Sabtu, 17 Februari 2018
Renungan Malam

SAHABAT ALAM = SAHABAT TUHAN

Keluaran 15:12-18
“Karena kebesaran tangan-Mu mereka kaku seperti batu, sampai umat-Mu menyeberang, ya TUHAN” (ayat 16b)

Masyarakat Kaimana, Papua Barat telah begitu mengenal pohon timomor sebagai ‘sahabat’ mereka. Bagi mereka, tumbuhan ini sangat spesial karena kayu pohon ini dapat diolah menjadi obat yang manjur untuk berbagai penyakit. Bahkan, Presiden pertama Indonesia, Soekarno pun diceritakan sangat terkesan dengan kayu timomor. Konon, saat ditahan Belanda di Boven Digoel, Papua, Soekarno bertemu dengan pria tua asal Kaimana. Suatu ketika Soekarno jatuh sakit, pria itu lalu memberi irisan kayu timomor yang direndam air panas. Karena dapat menyembuhkan banyak penyakit, orang Kaimana ketika bepergian biasanya selalu membawa irisan kayu obat itu, termasuk si pria tua. Saat sembuh, Soekarno sangat terkesan. Ia minta dibuatkan tongkat yang dibuat dari kayu timomor dengan ukiran kepala burung garuda. Hingga kini, jika ada tamu atau pejabat penting yang datang ke Kaimana, tongkat Soekarno (itulah sebutan masyarakat sampai saat ini) pasti diberikan. Itulah tongkat yang dibuat dari kayu timomor. Yang menarik, jika kita ingin melihat lokasi tempat pohon timomor tumbuh kita akan tercengang karena ternyata pohon ini tumbuh di atas batu cadas. Kehidupan pohon ini sangat sulit namun ternyata kayunya memberikan hasil yang luar biasa dan berkhasiat untuk obat.

Dari sini kita melihat bahwa alam juga mengajarkan kita tentang kehidupan yang membentuk iman. Pohon timomor mengajarkan kita untuk tahan banting karena menjadi berkat ternyata tidak mudah dan bisa saja lahir dari proses yang keras. Proses iman yang sama ditunjukkan juga oleh perikop Firman Tuhan pada saat ini. Musa dan bangsa Israel belajar tentang kebesaran dan pertolongan Tuhan melalui alam di sekitarnya. Sekalipun Tuhan bisa saja menyatakan kebesaran-Nya tanpa melalui alam semesta, namun Ia memakai alam raya untuk menyatakan diri-Nya pada manusia. Marilah kita membangun relasi yang baik dengan alam semesta karena mereka yang bersahabat dengan alam adalah juga sahabat Tuhan.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *