Sabtu 19 September 2020 – Renungan Pagi

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 September 2020        


MINGGU XV SES. PENTAKOSTA  

KJ.54a : 1,3 – Berdoa

Amsal 17 : 21 – 26

Hati Yang Gembira Adalah Obat

Psikolog Nelly Hursepunny, M.Psi. mengatakan bahwa untuk menjadi pendamping penderita kanker, orang harus memiliki kemampuan untuk memahami perasaan yang dihadapi oleh pasien. Pendamping pasien harus menjadi seorang pendengar yang baik, memiliki rasa empati yang dalam dan memiliki teknik berkomunikasi yang tepat dan benar. Karena umumnya pasien kanker akan mengalami kelelahan, rasa sakit, stress, gelisah, sedih bahkan depresi.

Beberapa kali saya menjumpai penderita penyakit kanker dan menyaksikan respon mereka yang berbeda-beda. Namun Ibu Syanne adalah seorang ibu yang begitu tabah menghadapi apa yang digumulinya. Kehadiran saya selalu disambut dengan senyum dan wajahnya yang selalu berseri-seri. Saya begitu hati-hati untuk berbicara dengan ibu Syanne sebab memikirkan anjuran ahli psikologi tentang perasaan penderita. Tetapi luar biasa iman percaya ibu ini. Dari mulutnya keluar firman, “Hati yang gembira adalah Obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”. Ibu Syanne bukan saja menghapal nats Alkitab dari Amsal 17:22 ini, tetapi juga mengaminkannya. Sekalipun beliau telah dipanggil Tuhan, bayang-bayang senyum pengharapannya saya kenang, untuk menguatkan para penderita Iainnya yang berjuang melawan kanker.

Ya benar, hati yang gembira adalah Obat. Dari sana terpancar kekuatan untuk memerangi penderitaan. Hati yang gembira berarti bersukacita di dalam Tuhan. Seperti halnya Obat membawa kebaikan bagi tubuh manusia supaya sehat dan kuat, demikian hati yang gembira memberikan kekuatan dan kelegaan dalam menghadapi badai kehidupan apapun itu. Mari jalani hidup dengan bersukacita dan bersyukur serta biaskan hati yang gembira, agar orang lain ikut bersukacita dan memuliakan Tuhan kapan dan di mana saja.

KJ. 54 : 4
Doa : (Tuhan Yesus, anugerahkan hati yang gembira dalam hidup dan kesaksian kami)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *