SABTU, 2 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

11 Kali dibaca, Diterbitkan: 2 February 2019        


 

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

KJ.18 : 1 – Berdoa

IMAN MENYELAMATKANMU!

Roma 3 : 21-26
“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman” (ay.25a)

Pada umumnya, kebaikan merupakan nilai yang ada pada satu tindakan. Tindakan untuk memberi materi kepada seseorang yang kekurangan dapat dikatakan merupakan suatu kebaikan. Tindakan untuk melindungi seseorang dalam bahaya juga merupakan suatu kebaikan. Namun, ada masalah dalam pemahaman demikian. Apakah kebaikan hanya seolah-olah bergantung kepada tindakan? Bukankah keyakinan seseorang sebelum Ia bertindak juga dapat menjadi penilaian apakah itu sesuatu yang baik atau tidak? Sebagai contoh, jika kita memberi karena kita berharap untuk mendapatkan, maka adakah kebaikan dalam hal itu? Bukankah itu berarti maksud kita untuk memberi tidak lain karena kita sedang berupaya meminta sesuatu? Dalam hal ini, keyakinan kita untuk bertindak pun turut menjadi penilaian apakah keyakinan itu sesuatu yang baik atau tidak. Keyakinan kita sebagai seorang Kristen adalah iman kepada Yesus Kristen.

Bacaan pagi ini berbicara tentang pembenaran oleh iman kepada Yesus. Pemahaman pembenaran karena iman ini lebih dikenal dengan istilah sola fide. Pemahaman ini dipelopori oleh salah satu tokoh reformasi yaitu Martin Luther. Pembenaran oleh iman berarti iman mengambil bagian dalam karya keselamatan Tuhan bagi umat manusia. Karya keselamatan itu nyata melalui Yesus. lman kepada Yesus menyelamatkan setiap orang yang memegang teguh keyakinannya kepada Yesus. Begitu juga, orang-orang ini yang akan la selamatkan dan akui sebagai milik-Nya. Paulus menegaskan hal ini kepada jemaat di Roma. la ingin menunjukkan iman kepada Yesus tidak semata-mata hanya suatu identitas sebagai seorang Kristen. Namun, iman itu juga mempunyai implikasi bagi keseluruhan hidup seorang Kristen. lman itu menopang dan memelihara kehidupan seorang Kristen.

Kita seringkali mendengar orang yang berbuat baik disebut sebagai seorang yang baik. Sesungguhnya pernyataan ini keliru. Pernyataan yang tepat adalah orang baik akan melakukan tindakan-tindakan yang baik. Demikian juga, bukan karena seseorang melakukan apa yang Yesus lakukan maka ia disebut pengikut Yesus. Melainkan, seseorang yang beriman kepada Yesus melakukan apa yang Yesus sudah lakukan. Karena itu keselamatan yang kita terima memotivasi kita, untuk hidup dalam kebenaran, keadilan dan kedamaian dengan semua orang sebagai rasa syukur.

KJ.18 : 2 “Allah Hadir Bagi Kita”
Doa : (Tuhan, berilah aku kekuatan dan keberanian untuk menyebarkan kedamaian di dunia ini)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *