SABTU, 2 MARET 2019 – Renungan Pagi

104 Kali dibaca, Diterbitkan: 2 March 2019        


 

MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

GB.345:1 – Berdoa

TUAN YANG BAIK DAN PENUH KASIH

Lukas 7:1-10
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. (ay 2)

Seorang tuan berhak menjual hambanya yang sakit dan tidak berguna lagi untuk membeli budak yang lebih kuat. Hamba yang sakit dianggap merugikan, karena sakitnya dia tidak bisa bekerja untuk melayani keinginan tuannya.

Namun, perwira di Kapernaum itu tidak menjual hambanya. Dia mengusahakan kesembuhan hambanya, Karena dia mengasihi dan menghargai hambanya. Dia melakukan berbagai usaha untuk menemui Yesus. Melalui perantaraan tua-tua Yahudi, ia memohon agar Yesus datang menyembuhkan hambanya. Walaupun bukan orang Yahudi, perwira itu menunjukkan kebaikan hati dengan membangun rumah ibadat orang Yahudi, sehingga tua-tua Yahudi itu memohon kepada Yesus, “Ia layak Engkau tolong.” Kemungkinan besar perwira ini seorang yang saleh dan takut akan Allah (separti Kornelius, Kis.10:1-2). Dia memohon kepada Yesus melalui para sahabatnya agar Yesus tidak perlu datang ke rumahnya, sebab ia merasa dirinya tidak layak. Sungguh, ia seorang yang rendah hati. Sebagai orang bukan Yahudi dia tahu diri, supaya Yesus tidak usah “menajiskan” dirinya dengan memasuki rumah seorang yang bukan Yahudi (Kis.10:28). Itulah sebabnya mengapa ia sendiri tidak langsung pergi menemui Yesus. Perwira itu percaya bahwa sekalipun tidak datang ke rumahnya, Yesus dapat menyembuhkan hambanya hanya dengan mengucapkan “sepatah kata”. Yesus menilai bahwa sikap yang ditunjukkan oleh perwira itu adalah sikap iman yang benar sehingga Dia menyembuhkan hamba perwira itu.

Saudaraku, merendahkan, melecehkan, menindas, merampas hak-hak hidup sesama manusia, bukanlah sikap orang yang beriman kepada Kristus. Baik hati, rendah hati, menghargai dan mengasihi sesama manusia itulah sikap iman yang benar dan mesti kita tunjukkan bagi sesama kita. Ingatlah, Allah mengetahui apa yang kita lakukan. Dihadapan-Nya kita semua sama, karena Dia tidak memandang muka (Ef.6:9). Dia tidak membedakan orang, karena Yesus adalah Tuhan semua orang (Kis.10:34, 36).

GB.345:2,3
Doa : (Ya Allah Mahakasih, mampukan kami menghargai dan mangasihi sesama kami manusia sabagai wujud iman yang kepada-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *