SABTU, 20 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

14 Kali dibaca, Diterbitkan: 20 October 2018        


 

KJ.439: 1,2 – Berdoa

SUKACITA IMAN DI TENGAH KESESAKAN

1 Tesalonika 3 :1 13
… maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu (ay.7)

Mencintai memang tidak mudah, bahkan butuh pengorbanan. Ini tidak hanya berlaku dalam relasi manusia dengan manusia, melainkan juga manusia dengan Tuhan. Di sisi lain, jauh di dalam lubuk hati manusia, setiap orang merindukan cinta. Dalam arti bahwa kebutuhan mendasar setiap manusia adalah dicintai dan mencintai. Jadi, selama kita berupaya untuk mencinta dan dicinta, pengorbanan pasti selalu ada dan tidak jarang menyakitkan. Nampaknya hal ini yang dirasakan oleh Paulus saat menggoreskan penanya kepada jemaat di Tesalonika. Di tengah kesesakan karena banyaknya tantangan jemaat untuk bertahan dalam iman, Paulus tetap mengalirkan cinta kasih bagi mereka (ay.2-3). Sekalipun Paulus ditekan oleh orang-orang Yahudi yang menolaknya di Tesalonika, dan bahwa orang-orang itu terus memberi pengaruh negatif bagi jemaat, Paulus tetap setia dan tidak putus asa untuk melayani jemaat Tesalonika. Cinta kasih memantapkan Paulus untuk tetap bertahan sekalipun pahit dan tidak mudah. Memang Paulus harus menuai derita dan luka, tapi sukacitanya tetap melimpah karena ia tahu hasil pengorbanannya tidak sia-sia (ay. 7).

Mengapa Paulus bisa sedemikian tangguhnya? Apakah karena Paulus manusia dengan iman super yang kebal dengan setiap derita? Ternyata tidak, Paulus sama dengan kita. Ia juga manusia yang bisa meneguk pahitnya ratap dan luka. Sumber sukacita Paulus berasal dari cinta kasih Tuhan yang terus menghangatkan hatinya melalui kekuatan yang tak berkesudahan (ay.11-13). Saat cinta kasih sejati menjadi semakin mahal dan konflik bertaburan di mana-mana, perikop saat ini memberikan kekuatan bahwa  selama kita berpegang pada Tuhan, harapan tetaplah ada. Jadi, jangan lepaskan iman kita pada Tuhan Ia pun tanpa henti tak pernah melepaskan kasih-Nya dalam hidup kita. Warga GPIB boleh saja kecewa karena persoalan dalam jemaat tapi bukan berarti kita langsung pindah gereja bukan? Sabar dan tenanglah dulu. Tariklah nafas panjang beberapa kali. Berdoalah minta pertolongan, minta kekuatan, minta kesabaran, minta penghiburan dan kedamaian. Yakinilah Tuhan tidak tutup mata. Cinta kasih-Nya akan membuat hati kita kuat dan terus menjadi berkat sekalipun berat!

KJ.439 : 3, 4
Doa : (Ya Tuhan, mampukanlah kami agar tetap memiliki iman yang kokoh sekalipun di tengah kesesakan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *