SABTU, 24 NOVEMBER 2018 – Renungan Malam

8 Kali dibaca, Diterbitkan: 24 November 2018        


 

MINGGU XXV SESUDAH PENTAKOSTA

KJ.436 : 1 – Berdoa

KETIDAKLAYAKAN KARENA KETIDAKSETIAAN

Ulangan 32 :48 – 52
“…..oleh karena kamu telah berubah setia..” (ay.51)

Musa harus menghadapi pembatasan dari Tuhan. Gunung Nebo adalah batasannya. Ia hanya bisa melihat dari jauh tanah Kanaan diatas gunung Nebo. Bukan hanya batasan untuk memasuki tetapi umurnya pun dibatasi Tuhan. Pembatasan itu terjadi karena Musa dan Harun telah mengecewakan Tuhan dengan cara berubah setia dan tidak menghormati kekudusan Tuhan di tengah-tengah orang Israel, Musa dan Harun tidak masuk ke tanah Kanaan, keduanya adalah tokoh besar, sementara Yosua dan Kaleb dalam kisah selanjutnya menjadi besar setelah masuk tanah Kanaan.

Pelajaran menarik dari Musa dan Harun ini menjadi peringatan bagi kita bersama. Ada yang mengatakan bahwa orang jatuh bukan jarena batu besar tetapi karena batu kecil atau kerikil. Kesetiaan dan kekudusan Tuhan adalah sesuatu yang sebenarnya biasa dalam kehidupan bangsa Israel. Bukan dalam arti sesuatu yang sepele tetapi itulah yang diminta oleh Tuhan. Semua orang Israel tahu akan hal itu. Saat Musa dan Harun di Meriba, Tuhan melihat keduanya tidak setia dan tidak menghormati kekudusan Tuhan. Dampaknya gunung Nebo menjadi titik akhir perjalanannya berbersama bangsa Israel.

Bisa jadi kita merasa layak atau paling layak menikmati berkat Tuhan dalam kehidupan karena hasil karya yang tertoreh dalam kehidupan. Seringkali tanpa kita sadari bahwa Tuhan harus menghentikan langkah kita, Tuhan memberikan garis pembatas bagi kita untuk tidak kita lampaui. Bisa jadi karena ketidaklayakan kita yang tanpa kita sadari sebab kita berubah setia dan tidak menghormati kudusan Tuhan. Karena itu tetaplah setia dan hormatilah Tuhan bukan supaya Tuhan tidak menghentikan langkah tetapi karena demikianlah kita harus hidup dalam hubungan dengan Tuhan.

KJ.436 : 2
Doa: (Topanglah kami untuk tetap setia dan menghormati kekudusan Tuhan agar kami tetap dapat merasakan kasih Tuhan yang setia)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *