SABTU, 25 AGUSTUS 2018 – Renungan Pagi

18 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 August 2018        


 

SABTU, 25 AGUSTUS 2018
Renungan Pagi

GB.214 ; 1 – Berdoa

HIDUP YANG MENSUKACITAKAN

Pengkhotbah 7:13-14
Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya (ay.14)

Kitab ini berbicara tentang upaya menemukan makna hidup. Penulis melihat sudut pandang manusia bahwa hidup ini sarat dengan kontradiksi dan misteri. Kitab ini memberi nasihat hikmat dan pengertian. Namun hikmat yang dimaksud adalah hikmat Allah, karena hikmat manusia tidak mampu menolong siapa pun untuk mengeni jalan Allah.

Syair lagu: “Jalan hidup tak selalu tanpa kabut yang pekat, namun kasih Tuhan nyata pada waktu yang tepat. Mungkin langit tak terlihat oleh awan yang tebal, di atas nyalah membusur pelangi kasih yang kekal.” menggambarkan kehidupan yang tak selalu mulus, namun juga penuh liku. Kehidupan yang seimbang antara yang suka maupun duka.

Bacaan ini memberikan nasihat hikmat tentang otoritas Allah. Bagaimana pekerjaan Allah (ay. 13) yang tidak seorang pun dapat mengetahui atau bahkan membatalkannya. Allah mengatur semua jalan hidup manusia dan berdaulat, Ia bekerja aktif di dunia dan dalam kehidupan kita. Hidup yang kadang membingungkan, tetapi merupakan pemberian Allah. Salomo mengajak pembaca untuk tetap survive, bergembira, tetap tenang (ay. 14) meski sedang berada pada hari malang. Pengharapannya bahwa hari yang tidak baik, keadaan yang menyedihkan dapat diubah Allah menjadi sesuatu yang mensukacitakan.

Pesannya bahwa tetaplah bersyukur untuk setiap peristiwa hidup yang kita jalani. Baik mujur maupun malang, kita percaya dan berpengharapan bahwa semua menjadi bagian rencana Allah.
Pengkhotbah sering menggunakan istilah: “segala sesuatu ada masanya.” Kita percaya waktu Tuhan yang tidak sama dengan waktu manusia. Kehidupan yang penuh dengan kemujuran mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Tuhan, pun kehidupan yang malang memberi kesempatan untuk kita belajar taat pada-Nya. Hidup yang dinikmati dan dijalani tanpa tanya adalah bentuk bahwa kita tidak ragu pada pekerjaan Allah.

GB. 214 : 3
Doa : (Tolonglah kami Tuhan untuk selalu percaya pada setiap pekerjaan-Mu yang selalu mendatangkan kebaikan dalam hidup kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *