SELASA, 15 JANUARI 2019 – Renungan Malam

191 Kali dibaca, Diterbitkan: 13 January 2019        


 

MINGGU SESUDAH EPIFANIA

KJ.367 : 1,2 – Berdoa

DEWASA DALAM PEMIKIRAN DAN TINDAKAN

1 Korintus 14:20-25
Saudara-saudara janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu (ay.21).

Bacaan Alkitab malam ini adalah bagian akhir dari penjelasan Paulus tentang karunia-karunia roh yang digunakan dalam konteks kehidupan berjemaat. Di bagian akhir ini, Paulus masih menyatakan kecaman terhadap sikap jemaat Korintus yang suka membanggakan diri dan memamerkan karunia berbahasa roh. Paulus menganggap bahwa sikap tersebut adalah sikap ke kanak-kanakan yang sangat mungkin lahir dari pemikiran yang kekanak-kanakan. Karena itu, Paulus menasihati jemaat Korintus agar mereka meninggalkan pemikiran yang kekanak-kanakan, dan mulai memiliki pola pikir orang dewasa (ayat 20).

Lebih lanjut Paulus mengingatkan bahwa bahasa roh merupakan tanda bagi orang yang tidak beriman. Mengapa Paulus mengatakan demikian? Penggunaan bahasa lidah merupakan hal yang sangat biasa dilakukan dalam praktek peribadahan orang-orang Korintus yang menyembah kepada dewa-dewi. Mereka mempercayai bahwa di saat dewa-dewi itu “menguasai” diri mereka; maka mereka akan mengalami keadaan tidak sadarkan diri (ekatase) dan mulai mengucapkan bahasa yang tidak dapat dimengerti. Cara kebiasaan itu ternyata juga muncul dalam diri jemaat Korintus yang menggunakan bahasa roh. Jika jemaat Korintus mengikuti cara dan kebiasaan seperti itu, maka hal itu menjadi tanda bahwa jemaat Korintus sama dengan orang-orang Korintus yang tidak percaya kepada Kristus. Jika itu terjadi maka kehidupan mereka tidak bisa menjadi teladan malahan bisa menjadi batu sandungan.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa pemikiran kita sangat mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Di malam ini, mari kita meminta kepada Tuhan agar Ia menerangi pikiran (juga hati) kita dengan Firman-Nya sehingga kita dimampukan untuk berpikir, dan mewujudkan sikap dan perilaku iman yang dewasa. Dengan demikian kehidupan tidak menjadi batu sandungan, sebaliknya akan menjadi teladan bagi orang lain.

KJ. 367:6
Doa : (Ya Yesus Kristus, bimbinglah pikiran dan juga hati kami dengan terang Firman-Mu sehingga mewujudkan sikap dan perilaku yang baik, benar dan adil sehingga kehidupan kami menjadi teladan bagi orang lain)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *