SELASA, 18 SEPTEMBER 2018 – Renungan Malam

26 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 September 2018        


 

GB.209 : 1 – Berdoa

MELUPAKAN ITU SEPERTI MENGINGKARI

Yesaya 10:12-14
” …. .. Ia akan menghukum perbuatan ketinggian hati raja Asyur dan sikapnya yang angkuh sombong.” (ay.12)

Raja Asyur, Sanherib, merasa bangga. Wilayah kekuasaannya telah semakin luas hingga ke ujung barat di pantal Laut Tengah. Dengan kekuatan yang dikerahkan, Sanherib yakin dapat mengalahkan kota Yerusalem dengan mudah. Sanherib belajar dari pengalaman bahwa tidak ada yang dapat menghentikan dirinya.

Kunci keberhasilannya ada pada kekuatan dan kebijaksanaannya sendiri. Dengan kekuatan dan kebijaksanaannya, semua bangsa tidak ada apa-apanya. Jika dia menginginkan suatu daerah, maka keinginannya akan tercapai “seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya.” Sanherib menjadi sombong. Dia berpikir itu semua diraih semata oleh kekuatan dan kebijaksanaannya, sehingga memandang rendah, penuh penghinaan bangsa-bangsa taklukannya.

Kita seringkali merasa puas dengan semua yang telah kita capai. Kepuasan tersebut seharusnya disertai dengan syukur atas tindakan Tuhan kepada kita. Sayangnya, kita melupakan tindakan dan penyertaan Tuhan. Kita berpikir bahwa semua pencapaian kita adalah karena kekuatan kita; karena kepintaran dan usaha kita semata. Bagi kita yang sudah mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah Yang Mahakuasa dan menyertai kita dengan kuasa-Nya, melupakan Tuhan yang terlihat seperti mengingkari kehadiran-Nya dalam setiap usaha kita. Nubuat nabi Yesaya untuk Sanherib memuat kemarahan Tuhan. Sanherib bukan raja yang mengimani Tuhan. Sikapnya yang meremehkan Tuhan Allah bagi Israel telah mendatangkan kemarahan Tuhan. Bagaimana kita yang telah berimankan Tuhan, jika memiliki kelakuan seperti Sanherib?

Beberapa waktu kemudian, pada malam sebelum Sanherib memasuki Yerusalem, Tuhan bertindak. Malaikat-Nya membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang tentaranya. Pasukannya hancur, tercerai berai. Walaupun Sanherib selamat, dia tidak luput dari kematian yang mengenaskan, dibunuh oleh anak-anaknya sendiri (2 Raj.19:35-37).

GB.209:2,3
Doa : (Tuhan, bimbinglah kami, agar kami tidak mengingkari kehadiran-Mu yang penuh kasih dalam setiap usaha kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *